Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Home / Al-Quran / 013 Ar-Ra’d

013 Ar-Ra’d

SURAT 13

Ar-Ra’d: Petir

(Diturunkan di Makkah, 6 ruku’, 43 ayat)

Mukaddimah Surah Buka

 

Ruku’ 1: Kebenaran Wahyu Ilahi

Dengan nama Allah, Yang Maha-pemurah, Yang Maha-pengasih.

 

1. Aku, Allah, Yang Maha-tahu, Yang Maha-melihat.1261 Ini adalah ayat-ayat Kitab. Dan apa yang diturunkan kepada engkau dari Tuhan dikau adalah Kebenaran, tetapi kebanyakan manusia tak beriman.

 

2. Allah ialah Yang meninggikan langit tanpa tiang yang dapat kamu lihat, dan ia bersemayam di atas Singgasana,1261a dan Ia membuat matahari dan bulan untuk melayani (kamu). Masing-masing bergerak ke arah waktu yang ditentukan. Ia mengatur perkara; Ia menjelaskan ayat-ayat agar kamu yakin akan adanya pertemuan dengan Tuhan kamu.

 

3. Dan Dia ialah Yang membentangkan bumi, dan membuat di atasnya gunung-gunung yang kokoh dan sungai-sungai. Dan dari semua buah-buahan, Ia buat berpasang-pasang, berdua-dua. Ia membuat malam menutupi siang. Sesungguhnya dalam ini adalah tanda bukti bagi tiap orang yang berpikir.

 

4. Dan di bumi terdapat daerah-daerah yang berdampingan, dan kebun anggur, dan gandum, dan pohon kurma yang tumbuh dari akar satu dan akar yang berlain-lainan — semuanya disiram dengan air satu; dan sebagian buahnya, Kami buat melebihi sebagian yang lain. Sesungguhnya dalam ini adalah tanda bukti bagi kaum yang mengerti.1262

 

5. Jika engkau heran, maka yang lebih mengherankan ialah ucapan mereka: Apakah jika kami sudah menjadi tanah, kami akan dibangkitkan dalam ciptaan yang baru? Ini adalah orang yang kafir terhadap Tuhan mereka, dan mereka itulah yang diberi rantai di lehernya, dan mereka adalah kawan Api; mereka menetap di sana.1263

 

6. Mereka minta kepada engkau untuk mempercepat keburukan (siksaan) sebelum kebaikan, dan sesungguhnya telah berlalu contoh-contoh siksaan1264 sebelum mereka. Dan sesungguhnya Tuhan dikau adalah Yang mempunyai pengampunan terhadap manusia walaupun mereka itu lalim.1265 Dan sesungguhnya Tuhan dikau itu Yang amat keras dalam pembalasan.

 

7. Dan orang-orang kafir berkata: Mengapa tak diturunkan kepadanya tanda bukti dari Tuhannya? Engkau hanyalah juru ingat, dan tiap-tiap bangsa mempunyai seorang pemimpin.1266
 

Ruku’ 2: Timbul tenggelamnya bangsa-bangsa

 

8. Allah tahu apa yang dikandung oleh tiap-tiap wanita dan apa yang kurang sempurna dalam kandungan, dan apa yang bertambah besar.1267 Dan tiap-tiap barang mempunyai ukuran di hadapan-Nya.

 

9. Yang Maha-tahu barang yang tak kelihatan dan yang kelihatan, Yang Maha-besar, Yang Maha-luhur.

 

10. (Bagi Dia) sama saja siapakah di antara kamu yang merahasiakan ucapan dan siapa pula yang terus terang dengan (ucapan) itu, dan siapa yang bersembunyi di malam hari, dan siapa yang pergi keluar di siang hari.1268

 

11. Ia mempunyai (malaikat) yang mengawasi akibat (perbuatannya), di mukanya dan di belakangnya, yang mengawal dia atas perintah Allah.1269 Sesungguhnya Allah itu tak mengubah keadaan suatu bangsa, sampai mereka mengubah keadaan mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan pada suatu bangsa, maka tak ada yang dapat mengelakkannya, dan selain Dia mereka tak mempunyai pelindung.

 

12. Dia ialah Yang memperlihatkan kepada kamu kilat yang menimbulkan ketakutan dan harapan, dan Ia mendatangkan pula awan yang tebal.

 

13. Dan petir memahasucikan dengan memuji Dia, demikian pula malaikat, karena takut kepada-Nya. Dan Dia mengutus halilintar, lalu dengan ini Ia menghantam siapa yang Ia kehendaki, namun mereka berbantah tentang Allah; dan Dia adalah Yang amat gagah-berani.

 

14. Hanya kepada-Nyalah doa yang benar itu disampaikan. Adapun mereka yang mereka mintai selain Allah, tak dapat mengabulkan mereka sedikit pun kecuali bagaikan orang yang membentangkan dua tangannya ke arah air agar (air) itu sampai ke mulutnya, tetapi (air) itu tak akan sampai (di mulut). Dan doa kaum kafir itu sia-sia belaka.

 

15. Dan siapa saja yang ada di langit dan di bumi bersujud kepada Allah, dengan sukarela dan dengan paksa; demikian pula bayang-bayang mereka pada waktu pagi dan sore.1269a

 

16. Katakan: Siapakah Tuhan langit dan bumi? katakanlah: Allah. Katakanlah: Lalu mengapa kamu mengambil selain Dia seorang pelindung yang tak menguasai apa yang menguntungkan dan merugikan diri mereka sendiri? Katakan: Apakah yang buta dan yang melihat itu sama? Atau, apakah gelap dan terang itu sama? Atau, apakah mereka membuat sekutu bagi Allah, yang menciptakan makhluk seperti yang diciptakan oleh-Nya, sehingga apa yang ia ciptakan itu membingungkan mereka (karena serupa). Katakanlah: Allah itu Yang menciptakan segala sesuatu, dan Dia itu Esa, Yang Maha-unggul.

 

17. Dia menurunkan air dari awan, lalu mengalirkan anak sungai menurut ukurannya, dan air bah itu menghanyutkan buih yang menggelembung. Dan dari apa yang mereka lebur dalam api untuk dijadikan perhiasan atau perkakas1270 keluar pula buih seperti itu. Demikianlah Allah memperbandingkan kebenaran dan kepalsuan. Adapun tentang buih, ini akan lenyap seperti barang yang tak ada harganya; adapun apa yang berguna bagi manusia, ini akan tinggal di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan.1271

 

18. Bagi mereka yang memenuhi panggilan Tuhan, adalah baik. Adapun orang yang tak memenuhi panggilan Tuhan, jika mereka mempunyai semua yang ada di bumi dan ditambah sebanyak itu lagi, mereka akan menyerahkan itu sebagai tebusan. Mereka akan memperoleh perhitungan yang buruk, dan tempat mereka ialah Neraka; dan buruk sekali tempat itu.
 

Ruku’ 3: Baik dan buruk mempunyai balasan sendiri-sendiri

 

19. Apakah orang yang tahu bahwa apa yang diturunkan kepada engkau dari Tuhan dikau adalah barang benar itu sama dengan orang yang buta? Hanya orang yang mempunyai akal sajalah yang akan memperhatikan.

 

20. (Yaitu) orang yang memenuhi perjanjian Allah, dan yang tak memecah perjanjian.

 

21. Dan orang-orang yang menyambung apa yang Allah perintahkan untuk disambung1272 dan yang takut kepada Tuhan mereka, dan takut kepada perhitungan yang buruk.

 

22. Dan orang-orang yang sabar1273 karena ingin memperoleh perkenan Tuhan mereka, dan yang menegakkan shalat dan membelanjakan sebagian dari apa yang Kami berikan kepada mereka, secara rahasia dan secara terbuka, dan menolak kejahatan dengan kebaikan;1274 mereka akan memperoleh tempat tinggal terakhir (yang menyenangkan).1275

 

23. Taman-taman yang kekal, yang mereka masuki bersama orang yang berbuat baik di antara ayah-ayah mereka dan jodoh mereka1276 dan keturunan mereka; dan malaikat akan masuk ke tempat mereka dari tiap-tiap pintu.

 

24. Damai atas kamu, karena kamu telah bersabar — alangkah mulianya tempat tinggal terakhir ini!

 

25. Adapun orang-orang yang memecah perjanjian Allah setelah mereka menguatkan itu, dan yang memutus apa yang Allah perintahkan supaya disambung, dan yang berbuat bencana di bumi, mereka akan mendapat laknat, dan mereka akan mendapat tempat tinggal terakhir yang buruk.

 

26. Allah melapangkan dan menyempitkan rezeki kepada siapa yang Ia kehendaki. Dan mereka bersenang-senang dalam kehidupan dunia. Dan kehidupan dunia hanyalah kesenangan untuk sementara waktu, jika dibandingkan dengan Akhirat.
 

Ruku’ 4: Perubahan besar dilaksanakan oleh Qur’an Suci

 

27. Dan orang-orang kafir berkata: Mengapa tak diturunkan kepadanya tanda bukti dari Tuhannya?1277 Katakanlah: Allah membiarkan orang yang Ia kehendaki dalam kesesatan, dan Ia memimpin orang yang kembali kepada-Nya.1278

 

28. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan yang hati mereka merasa tenteram dalam mengingat-ingat (dzikir kepada) Allah. Sesungguhnya mengingat-ingat Allah itu membuat hati menjadi tenteram.

 

29. Orang-orang yang beriman dan berbuat baik, mereka akan memperoleh kesudahan yang baik dan tempat kembali yang baik.1279

 

30. Demikianlah Kami mengutus engkau di kalangan umat yang sebelumnya telah berlalu banyak umat, agar engkau bacakan kepada mereka apa yang Kami wahyukan kepada engkau, namun mereka tetap kafir kepada Yang Maha-pemurah. Katakanlah: Dia adalah Tuhanku; tak ada tuhan selain Dia; kepada-Nya aku bertawakal dan kepada-Nya aku kembali.

 

31. Dan jikalau Qur’an yang dengan ini gunung-gunung dilenyapkan, atau dengan ini bumi dibelah, atau dengan ini orang-orang yang mati dibuat bicara.1280 Tidak, semua perintah adalah kepunyaan Allah. Apakah orang-orang yang beriman tak tahu, bahwa jika Allah menghendaki, niscaya Ia akan berikan petunjuk kepada manusia semuanya. Adapun orang-orang kafir, bencana tak henti-hentinya menimpa mereka karena perbuatan mereka atau ini turun di dekat rumah mereka, sampai janji Allah tiba. Sesungguhnya Allah itu tak akan ingkar janji.1281
 

Ruku’ 5: Perlawanan akan kandas

 

32. Dan sesungguhnya para Utusan sebelum engkau juga ditertawakan, tetapi kepada orang-orang kafir Aku berikan tangguh, lalu Aku membinasakan mereka. Alangkah (dahsyat) pembalasan-Ku!1282

 

33. Lalu apakah Dia Yang mengawasi setiap jiwa tentang perbuatan yang ia lakukan?1283 Namun mereka membuat sekutu bagi Allah! Katakan: Sebutlah nama mereka.1284 Apakah kamu memberitahukan kepada-Nya apa yang Ia tak tahu di bumi, ataukah ini ucapan lahir semata-mata?1285 Sudah tentu rencana mereka ditampakkan indah bagi orang-orang kafir,1286 dan dijauhkan dari jalan (Allah). Dan barangsiapa yang Allah biarkan dalam kesesatan, ia tak mempunyai penuntun.

 

34. Ia akan mendapat siksaan dalam kehidupan dunia; dan siksaan di Akhirat tentu lebih pedih. Dan mereka tak mempunyai pelindung melawan Allah.

 

35. Perumpamaan Surga yang dijanjikan kepada orang yang bertaqwa:1287 Sungai-sungai mengalir di dalamnya. Buah-buahannya kekal, demikian pula jumlahnya yang berlimpah.1288 Ini adalah kesudahan orang-orang yang bertaqwa; adapun kesudahan orang-orang kafir ialah Neraka.

 

36. Dan orang-orang yang telah Kami beri Kitab,1289 mereka bergembira dengan apa yang diwahyukan kepada engkau, dan di antara kaum gabungan ada segolongan yang menolak sebagian (wahyu) itu. Katakanlah: Aku hanya disuruh mengabdi kepada Allah, dan aku tak menyekutukan Dia. Aku mengajak (kamu) kepada-Nya, dan kepada-Nya tempat kembaliku.

 

37. Dan demikianlah Kami menurunkan itu, suatu hukum yang benar, dalam bahasa Arab. Dan jika engkau mengikuti keinginan rendah mereka, setelah sebagian ilmu datang kepada engkau, niscaya engkau tak mempunyai kawan untuk melawan Allah, dan tak pula pelindung.
 

Ruku’ 6: Laju Kebenaran yang mantap

 

38. Dan sesungguhnya Kami telah mengutus para Utusan sebelum engkau, dan kepada mereka Kami berikan istri dan keturunan. Dan bukanlah (kekuasaan) Utusan untuk mendatangkan tanda bukti, kecuali dengan izin Allah. Tiap-tiap waktu mempunyai ketentuan (sendiri-sendiri).1290

 

39. Allah menghapus apa yang Ia kehendaki dan menetapkan (apa yang Ia kehendaki),1291 dan di sisi-Nya adalah landasan Kitab.1292

 

40. Apakah Kami perlihatkan kepada engkau sebagian dari apa yang Kami ancamkan kepada mereka, ataukah Kami mematikan engkau, maka kewajiban engkau hanyalah menyampaikan saja, dan kewajiban Kami adalah memperhitungkan (mereka).

 

41. Apakah mereka tak melihat bahwa Kami mendatangi bumi, Kami mengurangi itu dari tepi-tepinya?1293 Dan Allah memberi keputusan — tak ada yang dapat menolak keputusan Dia. Dan Dia itu Yang Maha-cepat dalam perhitungan.

 

42. Dan sesungguhnya orang-orang sebelum mereka telah membuat rencana, tetapi semua rencana adalah kepunyaan Allah.1294 Dia tahu apa yang diusahakan oleh tiap-tiap jiwa. Dan orang kafir akan tahu, bagi siapa tempat tinggal terakhir (yang baik) itu.

 

43. Dan orang-orang kafir berkata: Engkau bukanlah Utusan. Katakanlah: Allah sudah cukup sebagai Saksi antara aku dan kamu, dan pula orang yang mempunyai ilmu Kitab.1295

  1. Huruf alif adalah singkatan dari ana artinya Aku; lam singkatan dari kata Allâh; mim singkatan dari kata a’lam artinya Yang Maha-tahu; singkatan dari kata râ’i artinya Yang Maha-melihat.
    1261a Semua benda langit itu diangkat setinggi-tingginya tanpa menggunakan tiang yang dapat dilihat oleh manusia. Adapun tiangnya ialah hukum gravitasi. Selanjutnya kita diberitahu bahwa benda-benda langit mengitari jalannya sendiri-sendiri menuju waktu yang ditentukan; semuanya mempunyai permulaan dan kesudahan. Memang segala sesuatu di dunia mempunyai permulaan dan kesudahan. []
  2. Seluruh alam semesta sekalipun beraneka-ragam, tetapi nampak sekali adanya kesatuan, ini suatu tanda bukti yang meyakinkan bahwa Pencipta sekalian makhluk itu Esa. Tanda bukti pula bahwa apa yang dihasilkan suatu daerah itu berlainan dengan apa yang dihasilkan daerah lainnya, walaupun semuanya tunduk kepada hukum alam yang sama. Demikian pula hati manusia, sekalipun semuanya mendapat siraman Wahyu, tetapi pertumbuhannya menjadi benih kebaikan, itu tak sama. []
  3. Rantai yang dinyatakan di sini adalah rantai yang tetap menjadikan mereka cenderung kepada kebiasaan buruk serta perbuatan yang merusak. []
  4. Matsulât jamaknya kata mutslah artinya siksaan yang dijatuhkan kepada seseorang hingga orang itu menjadi contoh, yang dengan contoh itu orang lain akan menahan diri (R). []
  5. Berkali-kali kaum kafir Makkah diperingatkan, dan berkali-kali pula mereka menuntut agar siksaan yang diancamkan kepada mereka segera dijatuhkan. Tetapi mereka diberitahu bahwa Allah Yang Maha-pemurah tak akan memperlakukan mereka menurut kehendak mereka, melainkan menurut sifat pengampunan-Nya yang Maha-luas. Tetapi apabila kejahatan sudah melampaui batas, maka kemurahan Allah yang seharusnya dikaruniakan kepada hamba Allah yang tulus, menuntut agar orang-orang lalim tak dibiarkan begitu saja tanpa disiksa. Oleh sebab itu, Tuhan disebut Yang amat keras dalam membalas kejahatan. []
  6. Kalimat tiap-tiap bangsa mempunyai seorang pemimpin, ini ditujukan kepada Nabi Suci. Beliau adalah Juru ingat, beliau memperingatkan orang-orang jahat akan akibat buruk kejahatan mereka, tetapi akhirnya beliau menjadi pemimpin sekalian umat, untuk memimpin mereka pada jalan yang benar dan menjauhkan mereka dari jalan kejahatan. []
  7. Kandungan itu kurang sempurna apabila tak terjadi kehamilan. Undang-undang alam fisik yang diterangkan di sini, mengisyaratkan undang-undang rohani yang amat dalam, yang menurut undang-undang itu, sebagian manusia memperoleh kelahiran baru (hidup baru) melalui Nabi Suci, dan sebagian lain tidak. Pokok persoalan ini diterangkan lebih jelas lagi dalam ayat berikutnya. []
  8. Undang-undang umum diungkapkan sehubungan dengan perundingan rahasia dan terbuka untuk melawan Nabi Suci, dan usaha para musuh siang dan malam untuk membunuh beliau. Jika kita periksa dengan teliti sejarah hidup Nabi Suci, terang sekali bahwa orang yang berusaha membunuh beliau kadang-kadang membuntuti beliau dengan cara diam-diam pada waktu beliau keluar rumah pagi-pagi buta untuk menjalankan shalat, dan kadang-kadang terang-terangan berusaha membuntuti beliau di siang hari dengan niat jahat. []
  9. Pernyataan ini bersifat umum, dan tak sangsi lagi mengisyaratkan Malaikat pengawal yang diuraikan dalam 6:61. Akan tetapi ayat ini mengisyaratkan pula perlindungan Tuhan yang khusus diberikan kepada Nabi Suci terhadap musuh yang tak sedikit jumlahnya, yang beliau siang dan malam hidup di tengah-tengah mereka. Kata mu’aqqibât jamaknya kata mu’aqqib berasal dari kata ‘aqqaba artinya melihat akibat suatu perkara (LL). Kata mu’aqqib dapat diterjemahkan mereka yang saling mengikuti. Adapun yang dimaksud ialah Malaikat yang dalam 6:61 disebut hafazhah atau Malaikat pengawal, dan Malaikat yang dalam 82:11-12 disebut kirâman kâtibîn artinya para penulis yang terhormat. Mereka menjaga akibat perbuatan manusia; oleh karena itu mereka di sini disebut Malaikat yang mengawal dia, artinya Malaikat yang atas perintah Allah menjaga segala yang dilakukan oleh manusia.
    1269a Selesai membaca ayat ini segera disusul dengan sujud sungguh-sungguh. Lihatlah tafsir nomor 978. []
  10. Di sini kata matâ’ mencakup segala macam perkakas yang diperlukan oleh manusia, seperti perabot, alat, bahkan sampai alat perang (S). []
  11. Arti perumpamaan yang dikemukakan di sini ialah, Nabi Suci dan para pengikut beliau akan hidup makmur, karena mereka bekerja untuk kebaikan manusia. Sebaliknya, kelakuan jahat dan kebiasaan buruk, demikian pula orang-orang yang mempertahankan itu, akan disapu bersih oleh gelombang Kebenaran bagaikan sampah yang hanyut terbawa arus banjir. []
  12. Ayat-ayat sebelum ini membahas kewajiban manusia terhadap Tuhan Yang Maha-pencipta (Khalik), sedang ayat ini membahas hubungan manusia dengan sesama makhluk: “Apa yang Allah perintahkan supaya disambung” mencakup segala ikatan kasih dan silaturahmi yang diajarkan oleh Allah kepada manusia supaya dijalankan dan tak boleh dilanggar. []
  13. Tabah dalam menghadapi cobaan dan kesusahan hanyalah salah satu dari pengertian yang tersimpul dalam kata shabr (sabar). Menurut R, Shabr ialah memaksakan diri untuk menetapi apa yang diharuskan oleh hukum atau pikiran yang sehat, atau menjauhkan diri dari apa yang diharuskan oleh hukum atau pikiran yang sehat. []
  14. Kejahatan adalah perbuatan yang harus ditolak dengan segala daya dan upaya. Oleh sebab itu, membalas kejahatan dengan kebaikan, ini hanya boleh dilakukan apabila kejahatan itu dapat ditolak dengan kebaikan. Membalas kejahatan dengan kebaikan yang tanpa syarat, ini hanya akan merusak ketertiban. Jika seorang jahat selalu dibalas dengan kebaikan atas tiap-tiap kejahatan yang mereka lakukan, niscaya akan memudahkan timbulnya anarkis yang disebabkan perbuatan jahat mereka. Di tempat lain dalam Qur’an diuraikan: “Kejahatan harus dibalas dengan kejahatan yang setimpal; tetapi barangsiapa mengampuni dan memperbaiki diri, maka ganjarannya ada pada Allah” (42:40). []
  15. []
  16. Qur’an penuh dengan uraian yang terang bahwa wanita akan menikmati kenikmatan Surga. Kata azwâj jamaknya kata zauj artinya suami atau istri. Oleh sebab itu, di sini kami terjemahkan jodoh atau teman hidup. []
  17. Jawaban pertanyaan ini diberikan pada akhir ruku’: “Adapun orang-orang kafir, bencana tak henti-hentinya menimpa mereka, atau ini turun di dekat rumah mereka, sampai janji Allah tiba”. Janji Allah yang dimaksud di sini ialah hancurnya kekuatan kaum kafir. Pertanyaan yang dikemukakan di sini dan di tempat lain dalam Qur’an yang berbunyi: “Mengapa tak diturunkan tanda bukti kepadanya”, ini sebenarnya, mereka menuntut apa yang diancamkan kepada mereka tentang hancurnya kekuatan mereka dan kemusnahan mereka. Adapun jawabannya selalu diberikan dengan kata-kata yang sama, yaitu mereka mula-mula harus mohon diberi rahmat, kedua, Qur’an mempunyai kekuatan menyembuhkan, dan ini dibuktikan oleh keadaan kaum mukmin sendiri; ketiga, nasib umat yang sudah-sudah harus dijadikan pelajaran; keempat, bencana kecil-kecilan selalu menimpa mereka, dan dalam hal ini, mereka dapat melihat tanda bukti tentang kehancuran mereka, dan akhirnya, jika semua tanda bukti itu mereka dustakan, maka tak ayal lagi mereka akan ditimpa malapetaka yang besar. []
  18. Perbedaan yang terang dengan orang-orang yang kembali kepada Allah, ini menunjukkan seterang-terangnya bahwa kehendak Allah membiarkan sebagian orang dalam kesesatan, ini hanya dilakukan apabila orang itu tetap memilih kesesatan dan tak mau kembali kepada Allah, walaupun mereka diajak kembali kepada-Nya. Jadi, bagian kalimat yang pertama dapat diterjemahkan: Allah membiarkan dalam kesesatan orang yang menghendaki (tetap) dalam kesesatan. []
  19. Thûbâ kata benda infinitif dari kata thâbâ artinya menjadi baik. Jadi, kata thûbâ artinya kesudahan yang baik atau kebaikan di kemudian hari. []
  20. Menurut sebagian mufassir, ayat ini kalimat yang bunyinya lakâna hâdzal-Qur’ân artinya pasti ini adalah Qur’an (JB). Tetapi jawaban ini termuat dalam ayat berikutnya, dan di sini tak ada kalimat yang dihilangkan. Bahwa Qur’an akan membuat keajaiban yang besar bukanlah suatu hal yang mustahil, tetapi malahan suatu kenyataan, karena kita diberitahu dalam kalimat berikutnya bahwa semua perintah adalah kepunyaan Allah, yang ini senada artinya dengan ungkapan bahwa keajaiban akan segera terlaksana dengan perintah Allah. Pada waktu ayat ini diturunkan, banyak sekali kesukaran dalam menyiarkan Islam, kesukaran yang nampak seperti gunung. Musuh Nabi Suci yang hebat-hebat berdiri seperti gunung yang tak dapat ditembus — dan mereka oleh Bangsa Arab diberi julukan jibâl atau gunung (LL) — yang menghalang-halangi gerak lajunya Kebenaran. Bahwa mereka dibikin musnah, ini adalah kenyataan sejarah. Kalimat quththi’at bihil-ardlu artinya bumi dibelah berkeping. Adapun yang dimaksud ialah, Qur’an akan masuk ke dalam lubuk hati manusia, yang di sini diibaratkan bumi; jadi dengan dibelahnya bumi, maka mengalirlah sungai dan mata air. Makna lain dari kalimat ini ialah bumi akan dijelajahi. Pada zaman Nabi Suci, orang tak mempunyai sarana untuk pergi jauh ke pelosok jazirah Arab, apalagi ke negeri-negeri yang jauh-jauh di dunia. Namun hati kaum Muslimin mempunyai semangat yang menyala-nyala untuk menyiarkan kebenaran, yang bukan saja seluruh jazirah Arab telah dijelajahi oleh para muballigh Islam selama sepuluh tahun sesudah turunnya ayat ini pada zaman Nabi Suci, melainkan pula selama seratus tahun setelah Nabi Suci wafat, muballigh Islam menjelajahi seluruh dunia yang dikenal pada waktu itu, dari negara Cina di ujung Timur, sampai ke Spanyol di ujung Barat. Orang-orang yang mati dibuatnya bicara, ini pun merupakan kenyataan sejarah. Orang-orang yang mati rohaninya, kini berbicara lantang hingga seluruh dunia dari ujung ke ujung menanggapi seruan mereka. Lihatlah 6:123 yang menerangkan seterang-terangnya, bahwa mati dalam istilah Qur’an acapkali berarti mati rohaninya, dan istilah menghidupkan orang mati berarti menghidupkan rohaninya. []
  21. []
  22. []
  23. Allah mengawasi apa yang dikerjakan oleh setiap orang. Artinya, Allah membalas perbuatan tiap-tiap orang, sedangkan sekutu mereka yang dianggap tuhan, tak mampu mengerjakan itu. Pertanyaan: Apakah Dia Yang mengawasi …. jawabannya diberikan dalam kalimat berikutnya: Namun mereka membuat sekutu bagi Allah. []
  24. Ini menunjukkan betapa hinanya apa yang disebut sekutu-sekutu Tuhan, sehingga para penyembahnya disuruh memberi nama kepadanya, seakan-akan sekutu itu tak pantas mempunyai nama. Atau kalimat ini dapat pula berarti: Berilah mereka nama yang menyatakan sifat-sifat ketuhanan seperti Yang mencipta, Yang memelihara, dan sebagainya. []
  25. Yang dimintakan perhatian ialah batin manusia sendiri. Adakah sesuatu yang tak diketahui oleh Allah? Tidakkah Ia Yang Maha-waspada terhadap perasaan batin manusia? Perlukah Allah mempunyai sekutu yang akan melaporkan kepada-Nya apa yang tak Ia ketahui? Apakah ucapan kamu dengan mulut tak diketahui oleh Allah, sehingga Ia memerlukan sekutu untuk memberitahukan kepada-Nya apa yang kamu katakan? Allah tahu dua-duanya, baik ucapan lahir maupun perasaan batin manusia dan Ia tak memerlukan seorang perantara. []
  26. Adapun yang membuat perbuatan jahat nampak indah bagi mereka ialah setan; lihatlah 6:43 dan 16:63. Di tempat lain diterangkan: “Setan membuat perbuatan mereka tampak indah bagi mereka, dan menghalang-halangi mereka dari jalan (Allah)” (29:38). []
  27. Hendaklah diingat bahwa Surga yang diuraikan di sini disebut perumpamaan, begitu pula dalam 47:15. Adapun sebabnya ialah, karena kenikmatan Surga, sebagaimana diterangkan dalam Hadits, adalah kenikmatan yang mata belum pernah melihat, telinga belum pernah mendengar, dan belum pernah terlintas dalam hati manusia untuk mengangan-angankannya (B. 59:8). Oleh karena itu, apakah kenikmatan Surga itu sebenarnya? Ini tak diketahui oleh siapa pun sampai orang itu merasakan sendiri kenikmatannya. Adapun gambaran yang diberikan dalam Qur’an hanyalah perumpamaan kenikmatan Surga yang sebenarnya, karena pengertian segala sesuatu (di Surga) yang sifatnya berlainan sekali dengan segala sesuatu di dunia, ini hanya dapat dimengerti melalui perumpamaan. []
  28. Kata zhill selain seperti bayang-bayang, mempunyai pula makna lain. Menurut R, zhill artinya kekuasaan, tak dapat dijangkau, kesenangan, atau melimpah. Zhill berarti pula perlindungan (LL). []
  29. Yang dimaksud Kitâb di sini ialah Qur’an sebagaimana terang dalam hubungan kata ini dengan kalimat di muka dan di belakangnya. Tetapi sebagian mufassir berpendapat bahwa yang dimaksud Kitab di sini ialah Wahyu Ilahi yang sudah-sudah yang diberikan kepada para Nabi Bani Israil, dan orang memahami, bahwa yang dimaksud di sini ialah kaum Yahudi dan kaum Kristen yang menjadi pemeluk Islam. []
  30. Artinya ialah bahwa tanda bukti yang acapkali mereka tuntut akan datang pada waktu yang ditentukan. Hancurnya kekuatan musuh telah diramalkan dalam Wahyu permulaan sekali; oleh sebab itu, ini hanya mengulang tuntutan mereka semata-mata. []
  31. Kini Allah mulai menghapus kepalsuan dan menegakkan Kebenaran. []
  32. Kata ummul-kitâb tercantum pula dalam 3:6, dimana ayat yang jelas dan terang (muhkamât) disebut ummul-kitâb atau landasan kitab, karena ayat yang bersifat ibarat (mutasyâbihât) harus ditafsirkan menurut prinsip yang digariskan dalam ayat muhkamat itu. Di sini undang-undang Tuhan untuk menghancurkan kekuasaan musuh Nabi Suci dan menegakkan Kebenaran disebut ummul-kitâb atau landasan Kitab, karena hancurnya kekuatan jahat yang telah diramalkan sebelumnya, menjadi tanda bukti yang begitu terang, hingga itu akan menghilangkan segala keraguan. []
  33. Athrâf artinya tepi, sekedar untuk menunjukkan orang yang tinggi, orang yang rendah dan orang yang mulia (LL). Boleh jadi yang dituju di sini ialah sebagian orang mulia yang menjadi pemeluk Islam, dengan demikian perlawanan kaum kafir menjadi lemah; atau semakin berkurangnya jumlah kaum kafir, baik golongan atas maupun golongan bawah, karena setiap hari banyak yang meninggalkan barisan mereka dan masuk dalam barisan Islam. []
  34. Artinya ialah rencana musuh tak perlu ditakuti, karena rencana mereka dikuasai oleh Allah semuanya; atau pembalasan rencana mereka itu ada di tangan Allah. []
  35. Yang dimaksud Kitâb di sini ialah Wahyu Ilahi yang sudah-sudah. Hendaklah orang suka memperhatikan adanya kenyataan bahwa semua orang yang mempunyai pengetahuan tentang Wahyu Ilahi yang sudah-sudah, pasti akan mengakui benarnya Wahyu Qur’an, karena Qur’an merupakan terpenuhinya ramalan yang sudah-sudah, dan sanggup diuji dengan kriteria Wahyu Ilahi yang benar.[] []

About admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *