Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Home / Al-Quran / 014 Ibrahim

014 Ibrahim

SURAT 14

Ibrahim

(Diturunkan di Makkah, 7 ruku’, 52 ayat)

Mukaddimah Surah Buka

 

Ruku’ 1: Wahyu menghalau kegelapan

Dengan nama Allah, Yang Maha-pemurah, Yang Maha-pengasih

 

1. Aku, Allah, Yang Maha-melihat. Kitab telah Kami turunkan kepada engkau, agar engkau mengeluarkan manusia, dengan izin Tuhannya, dari gelap ke terang, (yaitu) ke jalan Tuhan Yang Maha-perkasa, Yang Maha-terpuji.

 

2. (Yaitu) Allah, Yang mempunyai apa saja yang ada di langit dan apa saja yang ada di bumi. Dan celaka sekali bagi orang-orang kafir karena mendapat siksaan yang pedih.

 

3. (Yaitu) orang yang mencintai kehidupan dunia melebihi Akhirat, dan menyimpang dari jalan Allah, dan menghendaki jalan bengkok. Mereka itu tersesat jauh sekali.

 

4. Dan tiada Kami mengutus seorang Utusan, melainkan dengan bahasa kaumnya, sehingga ia dapat menerangkan dengan jelas kepada mereka.1296 Lalu Allah membiarkan siapa yang Ia kehendaki dalam kesesatan, dan Ia memberi petunjuk kepada siapa yang Ia kehendaki. Dan Dia itu Yang Maha-perkasa, Yang Maha-bijaksana.

 

5. Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan ayat-ayat Kami, firman-Nya: Keluarkanlah kaummu dari gelap ke terang, dan peringatkanlah mereka tentang hari-hari Allah.1297 Sesungguhnya dalam hal ini adalah pertanda bagi setiap orang yang sabar, yang bersyukur.

 

6. Dan tatkala Musa berkata kepada kaumnya: Ingatlah akan nikmat Allah kepada kamu, tatkala Ia menyelamatkan kamu dari Fir’aun, yang menimpakan kepada kamu siksaan yang buruk, dan menyembelih putra-putra kamu dan membiarkan hidup wanita kamu. Dan dalam hal ini cobaan besar dari Tuhan kamu.
 

Ruku’ 2: Kebenaran mula-mula ditolak

 

7. Dan tatkala Tuhan kamu mempermaklumkan: Jika kamu bersyukur, niscaya Aku berikan kepada kamu lebih banyak lagi; dan jika kamu kafir, maka sesungguhnya siksaan-Ku adalah dahsyat.

 

8. Dan Musa berkata: Jika kamu kafir, kamu dan semua orang di bumi, maka Allah itu Yang Maha-cukup, Yang Maha-terpuji.

 

9. Apakah belum sampai kepada kamu riwayat orang-orang sebelum kamu, kaum Nuh, kaum ‘Ad dan kaum Tsamud, dan orang-orang sesudah mereka? Tak ada yang tahu mereka selain Allah.1298 Para Utusan datang kepada mereka dengan tanda bukti, tetapi mereka memasukkan tangan mereka dalam mulut mereka,1299 dan berkata: Kami mengafiri apa yang dengan ini kamu diutus, dan sesungguhnya kami sangat ragu-ragu tentang apa yang kamu serukan kepada kami.1300

 

10. Para Utusan mereka berkata: Adakah keragu-raguan tentang Allah Yang menciptakan langit dan bumi? Ia menyeru kepada kamu untuk mengampuni dosa kamu dan menangguhkan (siksaan) kamu hingga waktu yang ditentukan. Mereka berkata: Sesungguhnya kamu hanyalah manusia seperti kami; kamu ingin membelokkan kami dari apa yang disembah oleh ayah-ayah kami; maka datangkanlah bukti yang terang kepada kami.

 

11. Para Utusan mereka berkata kepada mereka: Kami tiada lain hanyalah manusia seperti kamu, tetapi Allah menganugerahkan karunia-Nya kepada siapa saja yang Ia kehendaki di antara hamba-Nya. Dan bukanlah hak kami untuk mendatangkan tanda bukti kepada kamu, kecuali dengan izin Allah. Dan kepada Allah hendaklah kaum mukmin bertawakal.

 

12. Dan mengapa kami tak bertawakal kepada Allah, dan Ia sungguh-sungguh telah memimpin kami pada jalan kami. Dan kami sungguh-sungguh akan bersabar terhadap gangguan yang kamu lakukan terhadap kami. Dan kepada Allah hendaklah orang-orang yang tawakal bertawakal.
 

Ruku’ 3: Perlawanan akhirnya dihancurkan

 

13. Dan orang-orang kafir berkata kepada para Utusan mereka: Sesungguhnya kami akan mengusir kamu dari bumi kami, kecuali jika kamu kembali kepada agama kami.1301 Maka Tuhan mereka mewahyukan kepada mereka: Sesungguhnya Kami akan menghancurkan orang-orang yang lalim.

 

14. Dan Kami pasti akan menempatkan kamu di bumi sesudah mereka. Ini adalah bagi orang yang takut waktu berdiri di hadapan-Ku dan takut kepada ancaman-Ku.1302

 

15. Dan mereka meminta keputusan; dan tiap-tiap orang yang menentang, yang sombong, akan kecewa.

 

16. Di mukanya adalah Neraka, dan ia diberi air minum yang mendidih;1303

 

17. Ia meminum itu sedikit-sedikit, dan ia tak mampu menelan itu; dan kematian1304 mendatangi dia dari tiap-tiap penjuru, namun ia tak mati. Dan di mukanya adalah siksaan yang dahsyat.

 

18. Perumpamaan orang-orang yang mengafiri Tuhan mereka: Amal mereka bagaikan abu yang ditiup angin kencang pada hari yang penuh badai. Mereka tak menguasai sedikit pun apa yang mereka usahakan. Ini adalah kesesatan yang terlampau jauh.

 

19. Apakah engkau tak tahu bahwa Allah menciptakan langit dan bumi dengan benar? Jika Ia kehendaki, Ia akan melenyapkan kamu dan mendatangkan ciptaan yang baru.

 

20. Dan ini tak sukar bagi Allah.1305

 

21. Dan mereka semua akan menghadap Allah, lalu orang-orang yang lemah akan berkata kepada orang-orang yang sombong: Kami adalah pengikut kamu, maka dapatkah kamu menghindarkan kami sedikit saja dari siksaan Allah? Mereka berkata: Sekiranya Allah memimpin kami, niscaya kami akan memimpin kamu. Sama saja bagi kami apakah kami berteriak-teriak ataukah kami hadapi dengan sabar; bagi kami tak ada tempat pelarian.
 

Ruku’ 4: Kebenaran dikukuhkan

 

22. Dan setan1306 berkata, setelah perkara diputuskan: Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada kamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepada kamu, lalu aku menyalahi kamu.1307 Dan aku tak mempunyai kekuasaan atas kamu,1308 selain bahwa aku mengajak kamu dan kamu menuruti aku; maka dari itu janganlah kamu menyalahkan aku, dan salahkanlah diri kamu sendiri. Aku tak dapat menolong kamu dan kamu pun tak dapat menolong aku. Aku mengingkari kemusyrikan kamu kepadaku dahulu.1309 Sesungguhnya orang-orang yang lalim mendapat siksaan yang pedih.

 

23. Dan orang-orang yang beriman dan berbuat baik dimasukkan dalam Taman, yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, mereka menetap di sana dengan izin Tuhan mereka. Ucapan penghormatan mereka di sana ialah: Salam!

 

24. Apakah engkau tak melihat bagaimana Allah membuat perumpamaan tentang kata-kata yang baik bagaikan pohon yang baik, yang akarnya kuat dan cabang-cabangnya di langit.1310

 

25. Yang menghasilkan buahnya pada tiap-tiap musim dengan seizin Tuhannya? Dan Allah membuat perumpamaan bagi manusia agar mereka ingat.

 

26. Dan perumpamaan kata-kata yang buruk adalah bagaikan pohon yang buruk yang akarnya tercabut dari permukaan tanah, ia tak mempunyai keseimbangan.1311

 

27. Allah mengukuhkan orang-orang yang beriman dengan sabda yang mantap dalam kehidupan di dunia dan di Akhirat; dan Allah membiarkan kaum lalim dalam kesesatan; dan Allah mengerjakan apa yang Ia kehendaki.1312
 

Ruku’ 5: Kelaliman manusia dalam menolak Kebenaran

 

28. Apakah engkau tak melihat orang-orang yang menukar nikmat Allah dengan kekafiran1313 dan menjatuhkan kaum mereka ke tempat kebinasaan.

 

29. Neraka. Mereka akan terbakar di sana. Dan buruk sekali tempat tinggal mereka.

 

30. Dan mereka membuat tandingan terhadap Allah agar mereka menyesatkan (orang-orang) dari jalan-Nya. Katakanlah: Bersenang-senanglah kamu, sesungguhnya tempat kembali kamu ialah Neraka.1314

 

31. Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang beriman agar mereka menegakkan shalat dan membelanjakan sebagian dari apa yang Kami berikan kepada mereka, baik secara rahasia maupun secara terbuka, sebelum datang hari yang di sana tak ada jual-beli, dan tak ada persahabatan.

 

32. Allah ialah Yang menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air dari awan, lalu dengan ini Ia mengeluarkan buah-buahan sebagai rezeki bagi kamu; dan Ia membuat perahu untuk melayani kamu agar berlayar di lautan dengan perintah-Nya; dan Ia membuat sungai untuk melayani kamu.1315

 

33. Dan Ia membuat matahari dan bulan untuk melayani kamu, beredar (dalam orbitnya); dan Ia membuat malam dan siang untuk melayani kamu.

 

34. Dan Ia memberikan kepada kamu segala apa yang kamu mohon kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, kamu tak akan dapat menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu amat lalim, tak tahu terima kasih.
 

Ruku’ 6: Doa Nabi Ibrahim

 

35. Dan tatkala Ibrahim berkata: Tuhanku, jadikanlah kota ini (kota yang) aman, dan jauhkanlah aku dan putra-putraku dari menyembah berhala.1316

 

36. Tuhanku, sesungguhnya (berhala) itu menyesatkan banyak manusia.1317 Maka barangsiapa mengikuti aku, ia adalah dari golonganku; dan barangsiapa durhaka kepadaku, maka sesungguhnya Engkau itu Yang Maha-pengampun, Yang Maha-pengasih.1318

 

37. Tuhan kami, aku telah menempatkan sebagian keturunanku1319 di lembah yang tak menghasilkan buah-buahan, di dekat Rumah Engkau yang Suci; Tuhan kami, agar mereka menegakkan shalat, maka buatlah hati sebagian manusia tertarik kepada mereka, dan berilah mereka rezeki berupa buah-buahan, agar mereka bersyukur.

 

38. Tuhan kami, sesungguhnya Engkau tahu apa yang kami sembunyikan dan apa yang kamu lahirkan. Dan bagi Allah tak ada sesuatu yang tersembunyi, baik di bumi maupun di langit.

 

39. Segala puji kepunyaan Allah, Yang telah memberikan kepadaku, dalam usia lanjut, Ismail dan Ishak. Sesungguhnya Tuhanku itu Yang mendengarkan permohonanku.

 

40. Tuhanku, jadikanlah aku orang yang menegakkan shalat, demikian pula anak keturunanku; Tuhan kami, dan kabulkan-lah doaku.

 

41. Tuhan kami, ampunilah aku dan orang-tuaku dan kaum mukmin, pada hari terjadinya hisab.1320
 

Ruku’ 7: Kesudahan perlawanan

 

42. Dan janganlah engkau mengira bahwa Allah lalai terhadap apa yang dilakukan oleh kaum lalim. Ia hanya menangguhkan mereka sampai hari tatkala mata memandang (dengan kecemasan).1321

 

43. Mereka terburu-buru maju ke depan dengan mengangkat kepala mereka, pandangan mereka tak berkedip dan hati mereka hampa.1322

 

44. Dan berilah peringatan kepada manusia tentang hari tatkala siksaan mendatangi mereka, lalu orang-orang lalim berkata: Tuhan kami, tangguhkanlah kami sampai waktu yang dekat, kami akan mematuhi seruan Engkau dan mengikuti para Utusan. Bukankah sebelum ini kamu telah bersumpah bahwa tak akan ada kebinasaan bagi kamu?

 

45. Dan kamu bertinggal di tempat orang-orang yang berbuat lalim terhadap dirinya, dan telah jelas bagi kamu bagaimana Kami memperlakukan mereka, dan (bagaimana) Kami buat (mereka) teladan bagi kamu.

 

46. Dan sesungguhnya mereka telah merencanakan rencana mereka,1323 dan rencana mereka ada pada Allah,1324 walaupun rencana mereka itu demikian rupa hingga gunung-gunung akan digerakkan olehnya.

 

47. Maka janganlah engkau mengira bahwa Allah akan mengingkari janji-Nya kepada Utusan-Nya. Sesungguhnya Allah itu Yang Maha-perkasa, Yang menguasai pembalasan.

 

48. Pada hari tatkala bumi diubah menjadi bumi yang lain, dan (pula) langit,1325 dan mereka tampil di hadapan Allah, Yang Maha-esa, Yang Maha-unggul.

 

49. Dan pada hari itu engkau akan melihat orang-orang dosa diikat dengan rantai.1326

 

50. Pakaian mereka dibuat dari tir, dan api menutupi wajah mereka.

 

51. Agar Allah membalas tiap-tiap jiwa atas apa yang ia usahakan. Sesungguhnya Allah itu Yang Maha-cepat dalam perhitungan.

 

52. Ini adalah pekabaran bagi manusia, dan agar dengan ini mereka diperingatkan, dan agar mereka tahu bahwa Dia itu Tuhan Yang Maha-esa, dan agar manusia yang berakal akan ingat.

  1. Dalam Surat 7:158 diuraikan: “Katakanlah: Wahai manusia, sesungguhnya aku adalah Utusan Allah kepada kamu semua. Bagi-Nya kerajaan langit dan bumi”. Pernyataan serupa itu terdapat dalam Surah 34:28: “Dan tiada Kami mengutus engkau, melainkan sebagai pengemban kabar baik dan juru ingat kepada sekalian manusia”. Dalam ayat yang sedang dibahas, tak diterangkan seberapa luas terutusnya Nabi Suci. Apa yang diterangkan di sini hanyalah bahwa tiap-tiap Nabi diutus dengan menggunakan bahasa kaumnya; jadi bukan hanya kaum atau bangsanya saja satu-satunya kaum atau bangsa yang beliau diharuskan menyampaikan risalah kepada mereka. Adapun alasan diutusnya Nabi dengan menggunakan bahasa kaumnya, ialah agar beliau dapat memberi penerangan kepada umat beliau, karena umat beliau itulah yang mula pertama menerima risalah beliau. []
  2. Menurut keterangan salah seorang mufassir, kata ayyâmullâh berarti kenikmatan Allah (T). Penggunaan kalimat yang artinya serupa dengan itu, sudah dikenal dalam kesusasteraan Arab; kata ayyâmul-’ârab atau hari-hari Arab, ini digunakan dalam arti pertempuran Bangsa Arab. Oleh karena pertempuran merupakan sumber kenikmatan bagi yang menang, dan sumber kesusahan bagi yang kalah, maka kata ayyâmullâh atau hari-hari Allah berarti perlakuan kasih sayang Allah terhadap orang tulus, dan siksaan Allah bagi orang yang durhaka. []
  3. Qur’an tak mengaku menerangkan sejarah semua Nabi; lihatlah 4:164 dan 40:78. Pernyataan yang diutarakan di sini lebih luas lagi. Di sini dinyatakan bahwa tak ada kitab suci lain yang menerangkan sejarah semua Nabi, hanya Allah sendirilah yang tahu tentang mereka. Sebenarnya, kitab Bibel hanya berisi penggalan sejarah beberapa Nabi dari suatu bangsa. []
  4. Apabila orang tak mau memberi jawaban, karena memang tak mampu berbuat demikian, dan berdiam diri, ia memasukkan tangannya ke dalam mulutnya (AH). Atau sebagaimana disepakati oleh kebanyakan mufassir, kalimat itu berarti, mereka menggigit tangan mereka karena marah. Bandingkan dengan 3:118. Atau dapat pula berarti bahwa orang-orang kafir meletakkan tangan mereka dalam mulut para Utusan untuk membungkamnya. []
  5. Pernyataan umum yang diuraikan dalam ruku’ ini dan ruku’ berikutnya tentang para Utusan dan perlakuan umat mereka, pada dasarnya benar-benar dialami oleh para Utusan seumumnya. Tetapi pernyataan ini terutama sekali mengenai terutusnya Nabi Muhammad, mengenai perlawanan dan serangan yang dilancarkan oleh umat beliau, pengusiran beliau dari kota Makkah, dan mengenai kekalahan akhir mereka. []
  6. Tak sangsi lagi bahwa ini menggambarkan penderitaan yang dialami oleh Nabi Suci di tangan para musuh beliau. []
  7. Ramalan kemenangan akhir Nabi Suci dan kekalahan mutlak dan runtuhnya kekuatan musuh-musuh beliau, diuraikan berulangkali dalam Qur’an, dan di sini diuraikan lagi dengan kata-kata yang terang. Para musuh diberitahu bahwa mereka boleh saja mengusir Nabi Suci, tetapi tak sangsi lagi bahwa akhirnya beliau akan datang kembali sebagai pemenang, dan dijadikan penguasa di bumi setelah kekuatan mereka dihancurkan. Sebenarnya, ayat ini mengandung ramalan yang amat terang tentang hijrah Nabi Suci dari Makkah, dan tentang kembalinya beliau ke Makkah sebagai pemenang dan sebagai penguasa. []
  8. Kata shadîd artinya macam-macam: nanah, air kotor, air panas atau air mendidih (LL). []
  9. Yang dimaksud maût atau mati di sini bukanlah mati sungguh-sungguh, melainkan kesusahan atau duka-cita (R), yang cukup untuk menyebabkan kematian. Ia seakan-akan mengalami sakaratul-maût atau kepedihan pada waktu akan mati; tetapi kematian yang mengakhiri segala kesusahan, tak kunjung tiba. []
  10. Ayat 18 sampai dengan 20 bersifat ramalan. Ayat 18 menerangkan bahwa segala jerih payah manusia untuk melawan Nabi Suci akan sia-sia, sedang ayat 19 dan 20 memperingatkan kaum kafir bahwa kekuasaan mereka akan segera berakhir dan akan diganti oleh umat lain. []
  11. Yang dimaksud setan di sini ialah pemimpin yang sombong yang disebutkan dalam ayat sebelumnya. Bandingkanlah dengan 37:30 yang menerangkan bahwa kalimat “kami tak mempunyai kekuasaan atas kamu” diucapkan oleh para pemimpin kejahatan dari golongan manusia. []
  12. Apabila seseorang terjerumus ke dalam perbuatan jahat, ia akhirnya tahu bahwa janji akan memperoleh kebaikan bagi perbuatan jahatnya, ini hanyalah tipuan belaka. Bandingkanlah dengan 4:120 dan 17:64. []
  13. Setan, atau pemimpin kejahatan, hanya menunjukkan jalan kejahatan, dan orang-orang jahat mengikuti jalan itu. []
  14. Bandingkanlah dengan 35:14. Arti lain dari kalimat ini ialah, aku kafir karena kamu menyekutukan aku dengan Allah; dengan kata lain, para pemimpin itu kafir karena para pengikut mereka menyanjung-nyanjung mereka sehingga mereka mengira bahwa mereka pantas untuk ditaati dan dianut. []
  15. Perumpamaan yang mengibaratkan kalimah thayyibah (kata-kata yang baik) bagaikan pohon yang baik, ini adalah kelanjutan dari gambaran tentang tempat tinggal terakhir bagi orang-orang yang beriman dan berbuat baik, yang berulangkali dilukiskan dalam Qur’an sebagai Taman atau taman-taman yang di dalamnya mengalir sungai-sungai. Hal ini memberi petunjuk kepada kita tentang sifat-sifat Surga yang sebenarnya. Kata-kata yang baik ibarat pohon yang baik yang menghasilkan buah pada setiap musim; oleh karena itu buah-buahan yang akan didapat oleh manusia di Surga yang selalu siap dan mudah dipetik, adalah buah perbuatan baik manusia itu sendiri. Pohon-pohon di Surga itu sebenarnya perbuatan baik manusia itu sendiri yang tumbuh menjadi pohon yang menghasilkan buah, sebagai penjelmaan buah-buahan rohani yang dihasilkan oleh perbuatan baik manusia di dunia. Hendaklah diingat, bahwa sebagaimana perbuatan baik itu diibaratkan pohon yang menghasilkan buah, Qur’an berulangkali mengibaratkan iman bagaikan air, yang menjadi sumber kehidupan jasmani. Oleh sebab itu, sebagaimana orang-orang tulus selalu dikatakan sebagai orang yang beriman dan berbuat baik, maka Surga selalu dilukiskan sebagai Taman yang di dalamnya mengalir sungai-sungai. Sungai senada dengan iman, dan pohon-pohon di Taman senada dengan perbuatan baik yang dilakukan manusia. Yang dimaksud kalimah ialah sesuatu, perkara atau hal yang penting, karena setiap hal yang penting itu disebut kalimah, baik berupa perkataan maupun berupa perbuatan (R). []
  16. Perbuatan jahat diibaratkan pohon yang akarnya tak masuk ke dalam tanah; oleh karena itu, pohon semacam itu tak dapat mengerjakan lagi proses pengambilan makanan dari tanah. Oleh sebab itu, perbuatan jahat tak akan subur dan tak dapat menghasilkan buah. []
  17. Allah mengerjakan apa yang Ia kehendaki, tetapi hanya orang-orang lalim sajalah yang Ia biarkan dalam kesesatan. Jadi, sebab utama yang menyebabkan mereka tersesat ialah kelaliman mereka sendiri. []
  18. Mereka menolak nikmat Allah yang berupa Wahyu, yang tujuannya untuk membuat mereka menjadi bangsa yang besar dan mulia; sebaliknya, mereka lebih suka menukar itu dengan kekafiran. []
  19. []
  20. Di sini dan dalam ayat berikutnya dinyatakan bahwa semua makhluk dibuat untuk melayani manusia. Ini menunjukkan bahwa manusia menduduki tempat yang paling tinggi di antara sekalian makhluk. Alangkah rendahnya manusia yang mau bersujud dan menyembah barang-barang yang semestinya dibuat untuk melayaninya. []
  21. Bahwa penyembahan berhala dibasmi sampai ke akar-akarnya oleh salah seorang keturunan Nabi Ibrahim, ini menunjukkan bahwa doa Nabi Ibrahim tidaklah sia-sia. Sebenarnya, jika penyembahan berhala disapu bersih dari permukaan bumi, ini adalah berkat jasa Nabi Ibrahim dan keturunannya. []
  22. Sebenarnya, bukanlah berhala yang menyesatkan manusia, melainkan karena berhala itulah manusia menjadi sesat. Oleh karena itu, berhala digambarkan sebagai yang menyesatkan manusia. []
  23. Doa Nabi Ibrahim itu sebenarnya doa Nabi Suci juga, dan menggambarkan luasnya pandangan beliau. Sudah tentu orang yang mengikuti beliau adalah umat beliau, tetapi orang-orang yang durhaka kepada beliau pun tak beliau tolak, karena beliau juga berdoa agar Allah mengasihi dan melindungi mereka. []
  24. Dan menurut Qur’an, Nabi Ibrahim membawa Nabi Ismail (dan ibunya) ke Tanah Arab dan menempatkan mereka di sana. Jadi, cerita Bibel tentang dibuangnya Siti Hajar dan Ismail di padang pasir Beersheba ini tak dapat dibenarkan. Dalam satu Hadits, Ibnu ‘Abbas memberi penjelasan agak terperinci (B. 60:9). Menurut Hadits itu, Nabi Ibrahim membawa Siti Hajar dan Nabi Ismail, dan menempatkan mereka di dekat puing-puing Rumah Suci, Ka’bah. Sebagaimana dinyatakan dalam Hadits, beliau melakukan itu atas perintah Allah, karena pada waktu Nabi Ibrahim pulang dan meninggalkan mereka di padang pasir itu, yang pada waktu itu tidak berwujud kota, Siti Hajar bertanya kepada Nabi Ibrahim, “Apakah engkau melakukan ini atas perintah Allah? Nabi Ibrahim menjawab: “Ya!”. Lalu Siti Hajar berkata: “Allah pasti tak akan membiarkan kami binasa”. Selanjutnya diterangkan bahwa pada waktu Siti Hajar tak mempunyai persediaan air lagi, beliau lari kesana-kemari antara Shafa dan Marwa untuk melihat kalau-kalau ada kafilah yang berlalu di sana. Pada saat itulah beliau melihat Malaikat yang menunjukkan kepada beliau suatu tempat yang ada airnya. Tempat itulah yang sekarang dikenal dengan nama Zamzam. Berkat air Zamzam itulah, beberapa orang menetap di sana. Kitab Bibel juga membenarkan bahwa keturunan Nabi Ibrahim menetap di Tanah Arab. []
  25. []
  26. Pernyataan ini menandakan adanya keadaan yang mengerikan, sampai-sampai orang tak mampu mengedipkan mata. []
  27. Goresan kecemasan yang menggurat dalam kalbu orang yang memusuhi Nabi Suci, mereka alami di dunia ini, pada waktu Nabi Suci menaklukkan kota Makkah. Kebingungan dan kehampaan hati itu menunjukkan kecemasan yang luar biasa. []
  28. Yang diisyaratkan di sini adalah rencana kaum Quraisy untuk membunuh Nabi Suci tatkala beliau tinggal hampir sendirian di Makkah. []
  29. Kata-kata rencana mereka ada pada Allah, artinya rencana mereka dikuasai oleh Allah Yang akan membuat rencana itu sia-sia. Sungguh suatu ramalan yang mengagumkan yang diucapkan oleh orang yang keselamatannya hanya terletak jika beliau dapat lolos dari kepungan musuh, sedangkan musuh itu sendiri menempuh segala daya dan upaya agar beliau tak lolos dari kepungan mereka, karena musuh telah mengambil keputusan untuk membunuh beliau. Lihatlah 8:30 dan tafsir nomor 998 yang menerangkan secara rinci rencana tersebut. []
  30. Tak sangsi lagi bahwa perubahan yang dilaksanakan oleh Nabi Suci benar-benar mengubah bumi menjadi bumi yang lain, dan mengubah langit menjadi langit yang baru. Tanah Arab pada waktu Nabi Suci lahir bukanlah Tanah Arab pada waktu beliau wafat. Kepercayaan, adat-istiadat, tingkah laku yang berabad-abad lamanya membuat bingungnya orang yang ingin mencoba membangun Bangsa Arab, semuanya telah disapu bersih; demikian pula kebodohan, kepercayaan takhayul, dan kabilah-kabilah yang saling bertempur, diubah menjadi satu kesatuan umat yang menjunjung tinggi obor ilmu pengetahuan dan peradaban ke seluruh dunia. Penyembahan berhala dilenyapkan sama sekali sampai tak terdapat lagi bekas-bekasnya, yang beradab-abad lamanya mereka menjadi budaknya. Dan kini kebangkitan besar harus melangkah ke seluruh dunia. Tetapi kebangkitan rohani ini hanyalah satu syarat saja tentang adanya Hari Kebangkitan yang lebih besar lagi. []
  31. Di dunia ini pula segala kekuatan para musuh Nabi Suci yang hebat-hebat dihadapkan kepada beliau, dengan diikat dengan rantai menjadi satu pada waktu perang Badar. Terpenuhinya janji itu di waktu beliau masih hidup, ini menunjukkan bahwa janji serupa itu akan terpenuhi pula di masa yang akan datang. [] []

About admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *