Home / Al-Quran / 019 Maryam

019 Maryam

SURAT 19

Maryam: Siti Maryam

(Diturunkan di Makkah, 6 ruku’, 98 ayat)

Mukaddimah Surah Buka

 

Ruku’ 1: Nabi Zakaria dan Nabi Yahya

Dengan nama Allah, Yang Maha-pemurah, Yang Maha-pengasih.

 

1. Tuhan Yang Maha-cukup, Yang memberi petunjuk, Yang Maha-berkah, Yang Maha-tahu, Yang Maha-benar.1530

 

2. Uraian tentang rahmat Tuhan dikau kepada hamba-Nya, Zakaria.

 

3. Tatkala ia menyeru kepada Tuhannya dengan seruan yang lemah lembut.

 

4. Ia berkata: Tuhanku, sesungguhnya tulang-tulangku sudah lemah, dan kepalaku penuh dengan uban, dan aku tak pernah kecewa dalam permohonanku kepada Engkau, wahai Tuhanku.

 

5. Dan sesungguhnya aku mengkhawatirkan keluargaku sepeninggalku, dan istriku adalah mandul, maka berilah aku seorang ahliwaris1531 dari duli paduka.

 

6. Yang akan mewaris aku dan mewaris sebagian putra Ya’qub, dan buatlah dia orang yang mendapat perkenan (Dikau) wahai Tuhanku.1532

 

7. Wahai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar baik kepada engkau tentang seorang anak laki-laki yang namanya Yahya. Sebelum itu, Kami tak membuat seseorang yang sama dengan dia.1533

 

8. Ia berkata: Tuhanku, bagaimanakah aku akan mempunyai anak laki-laki, sedang istriku mandul, dan aku sendiri telah mencapai usia lanjut?

 

9. Ia berfirman: Demikianlah. Tuhan dikau berfirman: Itu adalah mudah bagi-Ku, dan sesungguhnya Aku telah menciptakan engkau dahulu tatkala engkau bukan apa-apa.

 

10. Ia berkata: Tuhanku, berilah aku pertanda. Ia berfirman: Pertanda engkau ialah bahwa engkau tak berbicara kepada orang selama tiga malam, dalam keadaan sehat walafiat.1534

 

11. Maka ia keluar dari tempat suci kepada kaumnya, dan ia mengumumkan agar mereka memahasucikan Allah, pagi dan petang.

 

12. Wahai Yahya, peganglah Kitab kuat-kuat. Dan Kami memberikan hikmah kepadanya tatkala masih kanak-kanak.

 

13. Dan (Kami berikan kepadanya) sifat baik hati dan kesucian dari-Ku. Dan ia amatlah patuh.

 

14. Dan ia berbakti kepada ayah ibunya, dan sekali-kali tak sombong dan durhaka.1535

 

15. Dan damai bagi dia pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal, dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali.
 

Ruku’ 2: Siti Maryam dan Nabi ‘Isa

 

16. Dan sebutkanlah Maryam dalam Kitab. Tatkala ia menyingkir dari keluarganya ke tempat sebelah Timur.

 

17. Maka ia menyekat dirinya dengan tabir di luar mereka. Lalu Kami mengutus Roh Kami kepadanya, dan ia menampakkan kepadanya seperti seorang pria yang baik bentuknya.1536

 

18. Ia (Maryam) berkata: Aku berlindung kepada Tuhan Yang Maha-pemurah dari engkau, jika engkau orang yang menjaga diri dari kejahatan.

 

19. Ia (Malaikat) berkata: Aku hanyalah pesuruh Tuhan dikau untuk memberi anak laki-laki yang suci kepada engkau.1537

 

20. Ia (Maryam) berkata: Bagaimana aku mempunyai anak laki-laki, sedang tak seorang pun pernah menjamah aku, dan aku tak pernah berbuat tidak senonoh.

 

21. Ia (Malaikat) berkata: Demikianlah Tuhan dikau berfirman: Itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar Aku membuat dia tanda bukti bagi manusia dan sebuah rahmat dari Kami.1537a Dan itu adalah perkara yang telah diputuskan.1537b

 

22. Lalu mengandunglah dia; dan ia menyingkir dengan dia ke tempat yang jauh.

 

23. Dan rasa sakit karena akan melahirkan menggerakkan dia menuju ke batang kurma.1538 Ia berkata: Aduhai, sekiranya aku mati sebelum ini, dan jadilah aku barang yang dilupakan sama sekali.1539

 

24. Maka suara memanggil-manggil dia dari arah bawah: Janganlah merasa susah, sesungguhnya Tuhan dikau telah menyiapkan air yang mengalir di bawah engkau.

 

25. Dan goyangkanlah batang kurma ke arah engkau; itu akan menjatuhkan buah kurma segar-segar yang sudah masak di hadapan dikau.1539a

 

 

26. Maka makanlah dan minumlah dan sejukkanlah mata engkau. Lalu jika engkau melihat seorang manusia, berkatalah: Sesungguhnya aku bernazar puasa kepada Tuhan Yang Maha-pemurah, maka pada hari ini aku tak berbicara kepada seorang pun.1539b

 

27. Lalu bersama dia, ia datang kepada kaumnya dengan mengemban dia.1540 Mereka berkata: Wahai Maryam, sesungguhnya engkau datang dengan sesuatu yang ganjil.1541

 

28. Wahai saudara perempuan Harun,1542 ayahmu bukanlah orang jahat dan ibumu bukanlah wanita yang berbuat tidak senonoh.

 

29. Tetapi ia (Maryam) menunjuk kepada dia (‘Isa). Mereka berkata: Bagaimana kami bercakap-cakap dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?1543

 

30. Ia (‘Isa) berkata: Sesungguhnya aku adalah hamba Allah. Ia telah memberikan kepadaku Kitab, dan membuat aku seorang Nabi.1544

 

31. Dan Ia membuat aku seorang yang diberkahi di mana pun aku berada, dan Ia menyuruh aku menjalankan shalat dan membayar zakat selama aku hidup.1545

 

32. Dan agar aku berbakti kepada ibuku; dan Ia tak membuat aku seorang yang sombong, yang celaka.1546

 

33. Dan damai atas aku pada hari aku dilahirkan dan pada hari aku meninggal, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.

 

34. Itulah ‘Isa bin Maryam — suatu pernyataan yang benar tentang apa yang mereka berbantah.

 

35. Tak pantas bagi Allah bahwa ia memungut anak laki-laki. Maha-suci Dia. Jika Ia memutus perkara, Ia hanya berfirman kepadanya: Jadi, dan jadilah ia.

 

36. Dan sesungguhnya Allah itu Tuhanku dan Tuhan kamu, maka mengabdilah kepada-Nya. Inilah jalan yang benar.1547

 

37. Tetapi golongan-golongan saling berselisih antara mereka; maka celaka sekali bagi orang-orang kafir, karena kehadiran mereka pada hari yang mengerikan.

 

38. Alangkah terangnya pendengaran dan penglihatan mereka pada hari tatkala mereka datang kepada Kami; tetapi pada hari ini orang-orang yang lalim berada dalam kesesatan yang terang.

 

39. Dan berilah peringatan kepada mereka tentang adanya Hari Penyesalan,1548 tatkala perkara diputus. Dan (dahulu) mereka dalam kelalaian dan mereka tak beriman.

 

40. Sesungguhnya Kami mewaris bumi dan apa saja yang ada di sana, dan kepada Kami mereka akan dikembalikan.
 

Ruku’ 3: Nabi Ibrahim

 

41. Dan sebutkanlah Ibrahim dalam Kitab. Sesungguhnya dia itu orang tulus, dan seorang Nabi.

 

42. Tatkala ia berkata kepada ayahnya: Wahai ayahku, mengapa engkau mengabdi kepada apa yang tak mendengar dan tak melihat, dan tak berguna bagi engkau sedikit pun.

 

43. Wahai ayahku, sesungguhnya telah datang kepadaku ilmu yang tak datang kepada engkau; maka ikutilah aku; aku akan memimpin engkau pada jalan yang benar.

 

44. Wahai ayahku, janganlah mengabdi kepada setan. Sesungguhnya setan itu durhaka kepada Tuhan Yang Maha-pemurah.

 

45. Wahai ayahku, sesungguhnya aku khawatir kalau-kalau siksaan dari Tuhan Yang Maha-pemurah akan menimpa engkau, sehingga engkau menjadi kawan setan.

 

46. Ia berkata: Bencikah engkau kepada tuhanku, wahai Ibrahim? Jika engkau tak menghentikan (ucapanmu), niscaya engkau akan kusambit. Dan tinggalkanlah aku sampai lama.

 

47. Ia (Ibrahim) berkata: Damai atas engkau! Engkau akan kumohonkan ampun kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia senantiasa baik kepadaku.

 

48. Dan aku menyingkir dari kamu dan dari apa yang kamu seru selain Allah, dan aku menyeru kepada Tuhanku. Mudah-mudahan aku tak akan dikecewakan dalam doaku kepada Tuhan.

 

49. Maka setelah ia (Ibrahim) menyingkir dari mereka dan dari apa yang mereka sembah selain Allah, Kami memberikan kepadanya Ishak dan Ya’kub. Dan masing-masing Kami jadikan Nabi.1549

 

50. Dan kepada mereka Kami berikan sebagian rahmat Kami, dan Kami berikan pula kepada mereka bahasa kebenaran yang luhur.1550
 

Ruku’ 4: Nabi yang lain dibangkitkan

 

51. Dan sebutkanlah Musa dalam Kitab. Sesungguhnya ia orang yang disucikan, seorang Utusan, seorang Nabi.1551

 

52. Dan ia Kami panggil dari sisi gunung yang diberkahi, dan Kami dekatkan berwawan-sabda (dengan Kami).

 

53. Dan ia Kami beri sebagian rahmat Kami saudaranya, Harun, sebagai Nabi.

 

54. Dan sebutkanlah Ismail dalam Kitab. Sesungguhnya Ia adalah orang yang setia terhadap janji, dan ia seorang Utusan, seorang Nabi.1552

 

55. Dan ia menyuruh kaumnya supaya shalat dan zakat; dan ia senantiasa diridhoi di hadapan Tuhannya.

 

56. Dan sebutkanlah Idris dalam Kitab. Sesungguhnya ia orang tulus, seorang Nabi.

 

57. Dan Kami mengangkat dia pada kedudukan yang tinggi.1553

 

58. Mereka adalah orang yang Allah telah memberikan nikmat kepada mereka, (yaitu) golongan para Nabi dari keturunan Adam dan sebagian orang yang Kami angkut bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan sebagian orang yang Kami beri petunjuk dan Kami pilih. Apabila ayat-ayat Tuhan Yang Maha-pemurah dibacakan kepada mereka, mereka merebahkan diri sambil bersujud dan menangis.1553a

 

59. Tetapi sesudah mereka, datanglah generasi yang jahat, yang mengabaikan shalat dan mengikuti syahwat (keinginan rendah), maka dari itu mereka menemui kebinasaan.

 

60. Terkecuali orang yang tobat dan beriman dan beramal saleh; mereka akan masuk Surga, dan tak akan diperlakukan tak adil sedikit pun.

 

61. Taman yang kekal yang dijanjikan oleh Tuhan Yang Maha-pemurah kepada hamba-hamba-Nya dalam alam gaib. Sesungguhnya janji-Nya senantiasa ditepati.

 

62. Di sana mereka tak mendengar percakapan kosong, kecuali hanya, Damai! Dan di sana mereka mendapat rezeki, pagi dan petang hari.1554

 

63. Itulah Surga yang Kami wariskan kepada hamba Kami yang menetapi kewajiban.1555

 

64. Dan kami tak akan turun kecuali dengan perintah Tuhan dikau. Kepunyaan-Nyalah apa yang ada di hadapan kami dan apa yang ada di belakang kami dan apa yang ada di antaranya; dan Tuhan dikau tak pernah lalai.1556

 

65. Tuhannya langit dan bumi dan apa yang ada di antaranya; maka mengabdilah kepada-Nya, dan bersabarlah dalam pengabdian kepada-Nya. Tahukah engkau yang menyamai Dia?
 

Ruku’ 5: Bagaimana musuh diperlakukan

 

66. Dan manusia berkata: Apakah jika aku mati akan dihidupkan kembali?

 

67. Apakah manusia tak ingat bahwa Kami-lah yang dahulu menciptakan dia, tatkala dia bukan apa-apa?

 

68. Maka demi Tuhan dikau! Kami benar-benar akan menghimpun mereka dan setan-setan, lalu mereka Kami giring di sekeliling Neraka dengan berlutut.1557

 

69. Lalu Kami akan menyeret dari tiap-tiap golongan orang yang paling durhaka terhadap Tuhan Yang Maha-pemurah.

 

70. Lalu Kami tahu benar orang-orang yang paling pantas untuk dibakar di sana.

 

71. Dan tiada seorang pun di antara kamu selain bahwa ia mendatangi itu (Neraka). Ini adalah keputusan Tuhan dikau yang tak dapat disingkiri.1558

 

72. Lalu akan Kami selamatkan orang-orang yang bertaqwa,1559 dan akan Kami biarkan orang-orang yang lalim berlutut di sana.1560

 

73. Dan jika dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang terang, orang-orang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman, siapakah di antara dua golongan yang lebih baik kedudukannya dan lebih baik persidangannya?1561

 

74. Dan berapa banyaknya generasi sebelum mereka yang telah Kami binasakan, yang mempunyai harta milik dan bentuk yang lebih baik.

 

75. Katakanlah: Siapa saja yang berada dalam kesesatan, Tuhan Yang Maha-pemurah akan memperpanjang hari-harinya; sampai tatkala mereka melihat apa yang diancamkan kepada mereka, baik itu berupa adzab (siksaan) ataupun Sa’ah.1562 Maka mereka akan tahu siapa yang paling buruk tempatnya dan paling lemah tentaranya.1563

 

76. Dan kepada orang-orang yang diberi petunjuk, Allah akan menambah petunjuk. Dan perbuatan yang kekal, perbuatan yang baik, itu menurut Tuhan dikau baik sekali ganjarannya dan baik pula hasilnya..1564

 

77. Apakah engkau melihat orang yang mengafiri ayat-ayat Kami dan berkata: Sesungguhnya aku diberi harta dan anak.1565

 

78. Apakah ia tahu akan barang gaib, ataukah membuat perjanjian dengan Tuhan Yang Maha-pemurah?

 

79. Sama sekali tidak! Kami akan menulis apa yang ia ucapkan, dan Kami akan memperpanjang lamanya siksaan bagi dia.

 

80. Dan Kami akan mewaris dari dia apa yang ia ucapkan, dan ia akan datang kepada Kami sendirian.1566

 

81. Dan mereka mengambil tuhan selain Allah, agar tuhan itu menjadi sumber kekuatan bagi mereka.

 

82. Sama sekali tidak! Mereka akan mengafiri pemujaan terhadap mereka, dan menjadi lawan mereka.
 

Ruku’ 6: Ajaran palsu tentang Tuhan berputra

 

83. Apakah engkau tak tahu bahwa Kami mengutus setan kepada kaum kafir, untuk menghasut mereka dengan hasutan (kejahatan)?1567

 

84. Maka janganlah tergesa-gesa terhadap mereka. Kami hanya menghitung sejumlah waktu bagi mereka.1568

 

85. Pada hari tatkala Kami menghimpun orang-orang yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha-pemurah untuk menerima kehormatan (penghargaan).1569

 

86. Dan orang-orang dosa Kami giring ke Neraka bagaikan binatang yang kehausan.1570

 

87. Mereka tak memiliki syafa’at, kecuali orang yang membuat perjanjian dengan Tuhan Yang Maha-pemurah.

 

88. Dan mereka berkata: Tuhan Yang Maha-pemurah memungut putra.

 

89. Sesungguhnya kamu mengucapkan sesuatu yang memuakkan.

 

90. Langit hampir-hampir pecah karena ucapan itu, dan bumi membelah, dan gunung runtuh berkeping-keping.

 

91. Karena mereka mengakukan seorang putra kepada Tuhan Yang Maha-pemurah.

 

92. Dan tak pantas bagi Tuhan Yang Maha-pemurah untuk memungut putra.1571

 

93. Tak ada seorang pun di langit dan di bumi melainkan ia datang kepada Tuhan Yang Maha-pemurah sebagai hamba.

 

94. Sesungguhnya Ia meliputi mereka dan menghitung jumlah mereka dengan hitungan (yang teliti).

 

95. Dan pada hari Kiamat, semuanya akan datang sendiri-sendiri kepada-Nya.

 

96. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berbuat baik, Tuhan Yang Maha-pemurah akan menanamkan cinta kasih kepada mereka.1572

 

97. Maka itu Kami buat mudah menurut lidah engkau, agar dengan itu engkau memberi kabar baik kepada orang-orang yang bertaqwa, dan dengan itu pula engkau memberi ingat kepada kaum yang suka bertengkar.

 

98. Dan berapa banyak generasi sebelum mereka yang telah Kami binasakan. Apakah engkau pernah melihat salah seorang di antara mereka, atau pernahkah engkau mendengar samar-samar suara mereka?

  1. Kâf kependekan dari kata kâfin artinya Yang Maha-cukup; hâ kependekan dari hâdin artinya Yang memberi petunjuk; yâ kependekan dari yâmin artinya Yang Maha-berkah; ‘aîn kependekan dari ‘âlim artinya Yang Maha-tahu; dan shâd kependekan dari shâdiq artinya Yang Maha-benar. Yâ juga dapat digunakan sebagai kata penyeru, yang artinya Wahai; tetapi menurut JA, adalah kependekan dari kata yâmin artinya Tuhan Yang mempunyai yumm atau berkah. []
  2. Kekhawatiran Nabi Zakaria ialah kalau-kalau keluarga beliau tak menjalani hidup yang tulus, dan khawatir pula kalau-kalau sepeninggal beliau tak ada orang yang memimpin manusia ke jalan ketulusan. []
  3. Warisan para putra Nabi Ya’qub ialah kenikmatan pemberian Allah berupa Wahyu Kenabian yang dijanjikan kepada keturunan beliau. []
  4. Samiyyun artinya orang yang bersaing atau berlomba-lomba mencari kemenangan dalam hal kemuliaan atau keluhuran. Oleh sebab itu, berarti pula orang yang sederajat atau orang yang sebanding. Kata itu tercantum lagi dalam ayat 65 di Surat ini pula, dan mengandung arti yang sama, dan sekali-kali tak berarti bersama-sama, karena yang dibicarakan di sini ialah tentang Allah. Jadi itu tidak berarti bahwa di dunia belum pernah diciptakan orang yang seperti Nabi Yahya atau yang sama seperti beliau. Kitab Injil menguraikan: “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh wanita tidak pernah tampil seorang yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis” (Matius 11:11). Adapun yang dimaksud ialah bahwa dalam keluarga Nabi Zakaria tak dilahirkan seorang anak laki-laki seperti Nabi Yahya, karena dalam ayat sebelumnya diterangkan bahwa yang dikhawatirkan oleh Nabi Zakaria ialah keluarga beliau sendiri; oleh karena Allah meyakinkan beliau bahwa anak laki-laki yang dijanjikan tidak seperti anggota keluarga lainnya. Atau dapat pula diartikan bahwa yang dimaksud ialah, orang yang seperti Nabi Yahya belum pernah muncul pada zaman itu. []
  5. Sebagian mufassir menerangkan bahwa kata lail yang artinya malam, ini mencakup pula yaûm yakni siang, sebagaimana yaûm (siang) mencakup pula lail (malam). Selain itu, dalam 3:40 di sana disebutkan tiga hari. Dengan demikian menunjukkan bahwa yang dimaksud ialah tiga hari tiga malam. Hendaklah diingat bahwa Qur’an tak menguatkan pendapat sebagian ulama bahwa Nabi Zakaria menjadi bisu, karena Qur’an menerangkan bahwa beliau dalam keadaan sehat wal’afiat. Adapun tujuan Nabi Zakaria tak berbicara kepada orang lain ialah, agar beliau dapat menjalankan shalat sepenuhnya kepada Allah, oleh sebab itu, dalam ayat itu dikatakan bahwa Nabi Zakaria memberitahukan kepada kaumnya supaya memahasucikan Allah. Lihatlah tafsir nomor 420. []
  6. Beberapa aspek tentang karakter Nabi Yahya perlu sekali diperhatikan. Beliau suci, tak berdosa, dan tak pernah durhaka kepada Allah. Sebenarnya, apa yang dikatakan terhadap seorang Nabi, ini berlaku pula bagi Nabi-nabi yang lain. Semua Nabi suci sejak dilahirkan dan tak pernah durhaka kepada Allah. []
  7. Ini menunjukkan bahwa datangnya Roh (Malaikat) itu terjadi dalam ru’ya atau kasyaf, dan percakapan Siti Maryam dengan Malaikat, itu juga terjadi dalam ru’ya. Kata tamatstsala yang digunakan di sini memperkuat kesimpulan itu, karena kata tamatstsala itu artinya meniru seperti barang lain, dan ini hanya terjadi dalam ru’ya. Roh atau Malaikat tak dapat dilihat oleh mata jasmani, dan ia mendatangi hamba Allah yang terpilih dalam ru’ya atau kasyaf. []
  8. Kata-kata Aku memberi anak laki-laki yang suci kepada engkau, adalah kalimat Wahyu. Sebenarnya, Roh atau Malaikat hanyalah mengemban Wahyu Ilahi, sebagaimana lazimnya. Setiap perkataan Qur’an adalah firman Allah (kalamullâh), tetapi setiap perkataan itu disampaikan kepada Nabi melalui Malaikat.
    1537a Nabi ‘Isa adalah tanda bukti bagi manusia dalam arti bahwa beliau dijadikan Nabi, dan setiap Nabi adalah tanda bukti, karena Wahyu Ilahi yang diberikan kepadanya membuktikan seterang-terangnya akan adanya Allah. Atau, Nabi ‘Isa sebagai tanda bukti bagi kaum Bani Israil khususnya, karena pada beliaulah berakhirnya Wahyu Kenabian bagi Bangsa Israil.
    1537b Siti Maryam mengandung Nabi ‘Isa dengan cara yang wajar seperti lazimnya kaum wanita . Lihatlah tafsir nomor 422. []
  9. Ini menunjukkan bahwa Siti Maryam melahirkan Nabi ‘Isa pada waktu bepergian; oleh sebab itu, air dan makanan yang disebutkan dalam ayat 24 dan 25 hanyalah seadanya saja, seperti yang lazim dalam bepergian. Bahwa Siti Maryam pergi ke tempat yang jauh, ini diterangkan dalam ayat 22. Boleh jadi kepergian Siti Maryam ke pohon kurma hanyalah untuk mencari sandaran yang kuat pada waktu melahirkan. []
  10. Siti Maryam melahirkan Nabi ‘Isa menurut kebiasaan yang dialami oleh kaum wanita pada waktu melahirkan anak. Rasa sakit karena akan melahirkan adalah terlalu berat bagi Siti Maryam; oleh sebab itu, beliau mengucapkan kata-kata itu. Ditunjukkannya rasa sakit pada waktu melahirkan, ini menunjukkan seterang-terangnya bahwa yang dilahirkan itu manusia biasa. Atau, boleh jadi ini mengisyaratkan apa yang diuraikan dalam Kitab Kejadian 3:16: “FirmanNya kepada wanita itu: Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu”.
    1539a Qur’an tak membenarkan bahwa Nabi ‘Isa dilahirkan pada tanggal 25 Desember. Beliau dilahirkan pada waktu buah kurma segar meranum di pohon. Kini diakui bahwa tanggal 25 Desember bukanlah hari kelahiran Nabi ‘Isa. Dalam buku Rise of Christianity, Uskup Barnes berkata: “Selain itu, tak ada dalil untuk mempercayai bahwa tanggal 25 Desember benar-benar hari kelahiran Nabi ‘Isa. Jika kami dapat mempercayai riwayat kelahiran Nabi ‘Isa dalam Kitab Lukas, dengan para gembala berjaga-jaga pada suatu malam di lapangan dekat Betlehem, maka hari lahir Nabi ‘Isa bukanlah pada musim dingin tatkala udara malam begitu rendah di pegunungan Yudea yang biasa turun salju. Agaknya, setelah banyak diperdebatkan, Hari Natal (25 Desember) itu baru ditetapkan pada kurang lebih 300 M.” (hlm. 79). Selanjutnya Uskup Barnes menerangkan bahwa tanggal 25 Desember itu diambil dari kultus Persia tentang penyembahan Mithra sebagai Dewa Matahari yang tak terkalahkan: “Dan Hari Rayanya disesuaikan, yakni pada waktu matahari mulai memperlihatkan kecemerlangan kembali setelah terjadinya titik balik pada musim dingin”.
    1539b Ini adalah bentuk puasa sungguhan. Sebagaimana telah kita ketahui, Nabi Zakaria pun telah diberitahu oleh Allah supaya jangan berbicara kepada orang-orang selama tiga hari. []
  11. Tanya-jawab yang diuraikan dalam ayat-ayat berikutnya sudah cukup menjelaskan bahwa kedatangan Siti Maryam dan putranya kepada kaumnya, itu terjadi pada waktu Nabi ‘Isa mencapai usia dewasa untuk diangkat menjadi seorang Nabi dan menerima Wahyu Ilahi, sebagaimana diuraikan dalam ayat 30 bahwa beliau diberi Kitab. Hanya karena ayat ini diletakkan sesudah ayat yang membicarakan kelahiran Nabi ‘Isa, maka para mufassir berpendapat bahwa peristiwa itu terjadi pada waktu Nabi ‘Isa masih kanak-kanak. Tetapi hendaklah diingat, Qur’an tidak menguraikan sejarah secara rinci, dan sering Qur’an tak memasukkan peristiwa-peristiwa yang dianggap tak perlu diceritakan. Misalnya ayat 11 dan 12. Ayat 11 menerangkan bahwa Nabi Zakaria menerima kabar baik tentang seorang putra, sedang ayat 12 menerangkan agar putra itu memegang Kitab kuat-kuat. Demikian pula Nabi ‘Isa, beliau hanya dapat anaknya, lalu mengalasinya dengan pakaian mereka dan Yesus pun naik ke atasnya” (ayat 7). []
  12. Boleh jadi yang dimaksud Siti Maryam membawa sesuatu yang ganjil ialah beliau melahirkan seorang putra yang mengaku mempunyai kekuasaan yang lebih besar daripada para sesepuh Israil; dengan demikian kalimat itu mengandung fitnah terhadap Siti Maryam. Lihatlah tafsir nomor 644. Tetapi kata fariyyun berarti pula membuat-buat kebohongan. Adalah menarik perhatian sekali bahwa dalam jawabannya, Nabi ‘Isa sekali-kali tak menyinggung kelahiran beliau. Oleh sebab itu, makna apa pun yang digunakan, sangat masuk akal jika ditarik kesimpulan, bahwa pertanyaan mereka itu berkenaan dengan misi Nabi ‘Isa dan sekali-kali bukan kepada masalah kelahiran beliau. []
  13. Sebagaimana diuraikan dalam tafsir nomor 412, Siti Maryam termasuk golongan pendeta. Hal ini diungkapkan oleh Wherry: “… karena beliau itu keturunan kaum Lewi, mengingat beliau mempunyai hubungan dengan Elizabeth”. Oleh sebab itu sudah selayaknya beliau disebut ukhta Harun atau saudara perempuan Nabi Harun. Kata ukhtun tidak selalu harus berarti saudara sekandung, seperti halnya dalam bahasa Indonesia, kata saudara itu tidak mesti saudara sekandung (penj.). Selanjutnya, lihatlah tafsir nomor 412. IJ menceritakan peristiwa Shafiyyah, (istri Nabi Suci) beliau menghadap Rasulullah dan berkata: “kaum wanita berkata kepadaku, bahwa aku orang Yahudi, anak perempuan dua orang Yahudi”. Nabi Suci bersabda kepadanya: “Mengapa engkau tidak berkata: Sesungguhnya ayahku Nabi Harun, pamanku Nabi Musa dan suamiku Nabi Muhammad”. []
  14. Memang sudah menjadi kebiasaan para sesepuh dan ulama Yahudi untuk menyebut anak muda yang lahir dan dibesarkan dalam pengawasan mereka disebut anak kecil yang masih dalam ayunan, seakan-akan mereka tak sudi berbicara dengan anak yang masih muda. Lihatlah ayat berikutnya, ayat 30 dan 31 yang di situ dijelaskan bahwa peristiwa yang diuraikan di sini terjadi pada waktu Nabi ‘Isa sudah cukup usia. []
  15. Terang sekali bahwa tanya-jawab di sini tak terjadi pada waktu Nabi ‘Isa masih bayi dalam ayunan, tetapi tatkala beliau benar-benar sudah menjadi Nabi. []
  16. Keliru sekali jika dikira bahwa shalat dan zakat diperintahkan kepada Nabi ‘Isa pada waktu beliau berusia satu hari, dan pada saat itu beliau benar-benar menjalankan perintah itu. Adapun yang benar ialah, bahwa jawaban Nabi ‘Isa yang diberikan pada waktu beliau berbicara di hadapan kaumnya, ialah setelah beliau melaksanakan misi kenabian. []
  17. Di sini hanya disebutkan ibunya saja, tetapi dalam ayat 14 disebutkan bahwa Nabi Yahya berbakti kepada ayah ibunya. Ini mungkin karena pada waktu Nabi ‘Isa mengucapkan kata-kata itu, Yusuf (ayah beliau) telah wafat. Pada waktu Yusuf menikah dengan Siti Maryam, beliau sudah tua, dan pada waktu Nabi ‘Isa mendakwahkan kenabian, kami tidak mendapatkan nama Yusuf disebut-sebut, sekalipun dalam Injil, namun hanya nama ibunya dan saudaranya saja yang disebut-sebut. Atau hanya ibunya saja yang disebut-sebut dalam Qur’an, karena Injil menceritakan suatu peristiwa bahwa Yesus kurang sopan terhadap ibunya (Matius 12:48). Dengan demikian, ayat Qur’an ini membuktikan ketidak benaran pernyataan Injil tersebut, karena tujuan Qur’an ialah untuk membersihkan semua tuduhan palsu terhadap Nabi ‘Isa dan ibunya. []
  18. Menurut Matius, pada waktu Nabi ‘Isa digoda oleh setan agar beliau mau menyembahnya, Nabi ‘Isa menjawab: “Enyahlah iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti” (Matius 4:10). []
  19. Di sini Hari Kiamat disebut Hari Penyesalan, karena orang akan menyesal bahwa ia menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan kepadanya selama di dunia untuk berbuat kebaikan. []
  20. Di lain tempat dalam Qur’an diterangkan bahwa Nabi Ya’qub adalah cucu Nabi Ibrahim (11:71; 21:72). Jangan dikira bahwa kata memberi hanya berarti memberi anak laki-laki saja, karena dalam selang beberapa ayat berikutnya Nabi Musa dikatakan, bahwa Kami beri saudaranya Harun sebagai Nabi, padahal Nabi Harun lebih tua daripada Nabi Musa. []
  21. Makna aslinya: Kami membuat mereka sebagai lidah kebenaran yang luhur. Oleh karena lidah itu alat untuk berbicara, maka kata lisâna shidqin berarti bahasa kebenaran. Betapapun sederhananya hidup seorang Nabi, ia dikaruniai kedudukan tinggi di kalangan generasi mendatang. Tetapi ciri khas seorang Nabi tentang keluhuran budi-pekertinya yang tercatat dalam sejarah, tak bisa dibantah lagi. []
  22. Yang dimaksud Rasûl ialah orang yang diutus untuk menyampaikan risalah demi kebangkitan rohani manusia; adapun Nabi ialah orang yang dikaruniai wahyu nubuwwah, yakni orang yang menerima nabâ atau berita dari atas. Orang pilihan Allah untuk memperbaiki manusia disebut Nabi, karena ia menerima ilmu dari Allah, dan ia disebut pula Rasul, karena ia menyampaikan risalah yang ia terima kepada umatnya. []
  23. Ismail adalah Nabi. Pada waktu Nabi Ibrahim berdoa kepada Tuhan: “Ah, sekiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapanMu” (Kitab Kejadian 17:18), maka Tuhan menjawab: “Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu’ (Kitab Kejadian 17:20). Ini menunjukkan bahwa Ismail dijadikan Nabi. Lihatlah tafsir nomor 168 dan 170. Nabi Ismail disebut namanya dalam Qur’an sebagai salah seorang Nabi, yaitu dalam 2:125, 127-129, 133, 136, 140; 6:87; 19:54-55; 21:85; 38:48 dan dalam 37:101-107 beliau tak disebut namanya tetapi disebutkan riwayatnya. []
  24. Nama Idris itu sama dengan Henoch dalam Bibel. Kata rafa’a yang digunakan untuk Nabi ‘Isa, digunakan pula untuk Nabi Idris; oleh karena itu sebagian mufassir salah menafsirkan kata itu dalam arti bahwa Nabi Idris juga dinaikkan ke langit hidup-hidup. Tetapi dua-duanya keliru, karena kata rafa’a berarti dinaikkan derajatnya. Lihatlah tafsir nomor 437. Agaknya kekeliruan itu disebabkan uraian yang tercantum dalam Bibel tentang Henoch yang berbunyi: “Dan Henoch hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah” (Kitab Kejadian 5:24). Uraian Kitab Perjanjian Baru lebih jelas lagi: “Karena iman Henoch terangkat, supaya tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya” (Ibrani 11:5). Nabi Idris disebut lagi dalam Qur’an yaitu dalam 21:85.
    1553a Di sini para pembaca dianjurkan untuk bersujud. Lihat tafsir nomor 978. []
  25. Gambaran tentang Akhirat ini sebenarnya untuk menunjukkan bahwa selama di dunia orang Islam tak berkata apa-apa selain damai. Islam itu benar-benar damai , dengan berbuat damai di dunia dengan Allah dan makhluk-Nya, orang akan menemukan damai di Akhirat. Inilah kebenaran hakiki yang melandasi pengertian Islam tentang Surga; karena dalam Qur’an difirmankan berulang-ulang bahwa dalam Surga itu tiada lain selain damai. []
  26. Keadaan damai yang sempurna yang diuraikan dalam ayat sebelumnya, di sini disebut Surga yang akan diwaris oleh orang yang bertaqwa. []
  27. Kata-kata kami tak akan turun, menurut kebanyakan para mufassir ditujukan kepada Malaikat yang datang membawa Wahyu Ilahi. Tak sangsi lagi bahwa yang dituju di sini ialah Wahyu kepada Nabi Suci. Dengan demikian, arti kalimat itu ialah, oleh karena Malaikat mengemban Wahyu kepada para Nabi yang sudah-sudah, maka sekarang pun Malaikat mengemban Wahyu kepada Nabi Muhammad atas perintah Allah. Penutup ayat yang berbunyi: Tuhan dikau tak pernah lalai, ini berarti janji dan ramalan Allah yang diundangkan melalui para Nabi tak akan dilupakan. Demikianlah riwayat para Nabi yang sudah-sudah diakhiri dengan uraian tentang Wahyu kepada Nabi Suci, dan ini merupakan pokok acara yang dibahas dalam ruku’ selanjutnya. Namun ada sebagian mufassir yang mengira, bahwa kalimat itu adalah ucapan kaum mukmin pada waktu mereka masuk Surga (Rz). []
  28. Terang sekali bahwa yang dimaksud setan di sini ialah orang yang menjerumuskan orang lain ke dalam kejahatan. []
  29. Menilik konteks ayat ini terang sekali bahwa yang dibicarakan di sini ialah orang jahat. Bahwa orang yang bertaqwa tak akan masuk Neraka, ini dijelaskan lebih lanjut: “Pada hari tatkala Kami menghimpun orang-orang yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha-pemurah untuk menerima penghormatan, dan orang-orang berdosa Kami giring ke Neraka bagaikan binatang yang kehausan” (19:85-86). Menurut 21:102, orang yang bertaqwa tak akan mendengar sayup-sayup suara Neraka. []
  30. Mengenai arti kata tsumma, lihatlah tafsir nomor 45. Keliru sekali untuk mengira bahwa mula-mula orang yang bertaqwa dimasukkan Neraka, lalu dikeluarkan. Lihatlah tafsir nomor 1558 di atas. []
  31. Bandingkanlah dengan ayat 68 yang menerangkan bahwa orang berdosa akan dimasukkan Neraka dengan berlutut. []
  32. Artinya, mereka menyombongkan kekayaan mereka dan besarnya pasukan mereka. []
  33. Yang dimaksud Sâ’ah ialah saat jatuhnya siksaan, saat kehancuran, tatkala kekuatan mereka dibinasakan sama sekali. Jika dibandingkan dengan sâ’atu ‘adzâb itu hanya berarti siksaan yang kecil. []
  34. Terang sekali bahwa kata-kata ini mengandung arti, bahwa akan tiba saatnya keadaan mereka semakin buruk, dan pasukan mereka akan lebih lemah daripada pasukan Islam. []
  35. []
  36. Mereka tak mempunyai pandangan hidup yang tinggi; satu-satunya yang mereka inginkan ialah harta dan anak. []
  37. Yang dituju di sini ialah ucapan orang kafir tersebut dalam ayat 77: “Sesungguhnya aku diberi barta dan anak”. Jadi yang dimaksud Allah mewaris, ialah, harta dan anak mereka akan diambil dari mereka, dan akhirnya menjadi sumber kekuatan bagi Islam. []
  38. []
  39. Karena keputusan tentang jatuhnya siksaan bagi mereka telah ditetapkan. []
  40. Wafd ialah serombongan orang yang menghadap raja untuk menerima kehormatan (R, LA). []
  41. Wird artinya mendatangi atau tiba di tempat air (LL). Oleh sebab itu, berarti dahaga, karena binatang yang kehausan digiring ke tempat air. []
  42. Ayat 89-93 menerangkan dengan tegas tentang salahnya ajaran Kristen mengenai Ketuhanan Nabi ‘Isa. Hendaklah diingat bahwa Surat ini tergolong Surat yang diturunkan sekitar tahun kelima Bi’tsah, mengingat bahwa sebagian Surat ini dibaca di hadapan Raja Najasi oleh Ja’far, yang memimpin hijrah ke Abisinia. Jadi sejak semula, Islam telah mempunyai tujuan besar, yaitu memperbaharui agama Kristen. Dalam Surat ini ditekankan perkara istimewa, sebagai bantahan terhadap agama Kristen tentang putra Allah dan Penebusan dosa, yakni bahwa Allah itu Yang Maha-pemurah (Ar-Rahmân); dengan demikian, Allah tak memerlukan tebusan dalam mengampuni dosa. Itulah sebabnya, mengapa dalam Surat ini senantiasa diulang nama Ar-Rahmân lebih banyak dari sifat Tuhan yang lain. Adapun kunci segala persoalan itu termuat dalam ayat 92 yang berbunyi: “Tak pantas bagi Ar-Rahmân untuk memungut putra”. Sebenarnya ajaran Kristen tentang Penebus dosa itu bertentangan dengan sabda Yesus Kristus sendiri yang termuat dalam doa Bapak Kami, yang berbunyi: “Dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami” (Matius 6:12). Seseorang dikatakan mengampuni orang yang berbuat kesalahan kepadanya bila ia memaafkan kesalahannya dan tidak menuntut ganti rugi. Demikian tindakan Allah mengampuni orang-orang berdosa, Ia tidak memerlukan ganti rugi. []
  43. Yang dimaksud Allah menanamkan cinta kasih kepada kaum mukmin ialah, Allah mencintai mereka dan menanamkan rasa cinta dalam hati orang lain terhadap mereka, sedang mereka sendiri juga mencintai Allah dan sesama manusia. Mula-mula hamba Allah yang tulus itu dimusuhi, tetapi lama-kelamaan kebaikan mereka menang, dan akhirnya mereka dicintai dan dikagumi. Di sini nampak adanya ramalan tentang kecintaan yang tak lama lagi akan menghayati kalbu para musuh Nabi Suci, bahkan sekarang pun hati manusia semakin mencintai beliau, mengingat kebaikan yang telah beliau lakukan terhadap kemanusiaan yang disaksikan dunia. [] []

About admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *