Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Home / Al-Quran / 023 Al Mukminun

023 Al Mukminun

JUZ XVIII

SURAT 23

Al Mukminun : Kaum Mukmin

(Diturunkan di Makkah: 6 ruku’, 118 ayat)

Mukaddimah Surah Buka

 

Ruku’ 1: Kemenangan kaum mukmin

Dengan nama Allah, Yang Maha-pemurah, Yang Maha-pengasih

 

1. Sungguh beruntung orang-orang yang beriman.1712

 

2. (Yaitu) orang yang khusyu’ dalam shalatnya.

 

3. Dan orang yang menjauhkan diri dari apa saja yang tak ada gunanya.

 

4. Dan orang yang melakukan perbuatan demi kesucian.1713

 

5. Dan orang yang mengekang syahwatnya.1714

 

6. Kecuali terhadap istrinya atau apa yang dimiliki oleh tangan kanannya, karena sesungguhnya jika demikian mereka tak tercela.1715

 

7. Tetapi barangsiapa yang mencari di luar itu, mereka adalah orang yang melanggar batas.

 

8. Dan orang yang memenuhi amanatnya dan janjinya.

 

9. Dan orang yang memelihara shalatnya.

 

10. Mereka adalah para pewaris.

 

11. Yang mewarisi Surga. Mereka akan menetap di sana.

 

12. Sesungguhnya Kami menciptakan manusia dari sari tanah liat.1716

 

13. Lalu itu Kami jadikan benih manusia dalam sebuah tempat yang kokoh.

 

14. Lalu benih manusia itu Kami jadikan segumpal darah, lalu itu Kami jadikan segumpal daging, lalu (dalam) segumpal daging itu Kami buat tulang, lalu tulang itu Kami bungkus dengan daging, lalu Kami menumbuhkan itu menjadi makhluk yang lain. Maha-berkah Allah, sebaik-baik Tuhan Yang menciptakan.1717

 

15. Lalu sesudah itu, kamu pasti akan mati.

 

16. Lalu pada hari Kiamat, kamu akan dibangkitkan.

 

17. Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan di atas kamu tujuh jalan; dan Kami tak pernah alpa tentang ciptaan.1718

 

18. Dan Kami menurunkan air dari awan menurut ukuran, dan Kami menempatkan itu di bumi; dan sesungguhnya Kami mampu melenyapkan itu.

 

19. Lalu Kami tumbuhkan dengan itu kebun kurma dan kebun anggur bagi kamu. Di situ kamu mempunyai banyak buah-buahan , dan sebagian itu kamu makan.

 

20. Dan suatu pohon yang tumbuh dari Gunung Sinai, yang menghasilkan minyak dan menyegarkan bagi yang memakan itu.1719

 

21. Dan sesungguhnya dalam hal ternak, terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberi kamu minum dari apa yang ada di dalam perutnya, dan mengenai (ternak) itu banyak sekali faedahnya bagi kamu, dan sebagian itu kamu makan.

 

22. Dan di atas (ternak) itu, dan pula di atas kapal, kamu diangkut.

Ruku’ 2: Nabi Nuh

 

23. Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia berkata: Wahai kaumku, mengabdilah kepada Allah, kamu tak mempunyai Tuhan selain Dia. Apakah kamu tak menjaga diri dari kejahatan?

 

24. Tetapi para pemuka orang-orang kafir di antara kaumnya berkata: orang ini tiada lain hanyalah manusia biasa seperti kamu, yang ingin mempunyai kelebihan di atas kamu. Dan jika Allah menghendaki niscaya Ia dapat menurunkan Malaikat. Kami belum pernah mendengar tentang ini di kalangan ayah-ayah kami dahulu.

 

25. Ia hanyalah seorang yang gila, maka nantikanlah dia (dengan sabar) untuk sementara waktu.

 

26. Ia (Nuh) berkata: Tuhanku, tolonglah aku terhadap seruan mereka bahwa aku seorang yang dusta.

 

27. Maka Kami mewahyukan kepadanya: Buatlah sebuah bahtera di bawah penglihatan Kami dan menurut Wahyu Kami. Lalu tatkala datang perintah Kami, dan air menyembur dari lembah, maka masuklah dalam (bahtera) itu sepasang-sepasang dari tiap-tiap jenis,1719a dan pula orang-orangmu, kecuali orang yang telah terkena firman lebih dahulu di antara mereka; dan janganlah berbicara kepada-Ku tentang orang-orang lalim; sesungguhnya mereka akan ditenggelamkan.

 

28. Dan setelah engkau dan orang yang menyertai engkau duduk dengan lurus di atas bahtera, maka katakanlah: Segala puji kepunyaan Allah, yang telah menyelamatkan kami dari orang-orang yang lalim.

 

29. Dan katakanlah: Tuhanku, turunkanlah aku di tempat pendaratan yang diberkahi, dan Engkau adalah sebaik-baik Tuhan yang mendaratkan.

 

30. Sesungguhnya di dalam ini adalah tanda bukti; dan sesungguhnya kami senantiasa diuji.

 

31. Lalu sesudah mereka, Kami bangkitkan generasi yang lain.

 

32. Dan di kalangan mereka Kami utus seorang Utusan di antara mereka, ucapnya: Mengabdilah kepada Allah, kamu tak mempunyai Tuhan selain Dia. Apakah kamu tak mau menjaga diri dari kejahatan?

Ruku’ 3: Para Nabi sesudah Nabi Nuh

 

33. Dan para pemuka kaumnya yang mengafiri dan mendustakan pertemuan dengan Akhirat, dan yang Kami beri kemakmuran hidup di dunia, berkata: Ini hanyalah seorang manusia biasa seperti kamu, ia makan apa saja yang kamu makan, dan minum apa saja yang kamu minum.1720

 

34. Dan jika kamu taat kepada manusia biasa seperti kamu, niscaya kamu itu orang yang rugi.

 

35. Apakah ia menjanjikan kepada kamu, bahwa jika kamu mati dan menjadi tanah dan tulang, kamu akan dibangkitkan?

 

36. Jauh, jauh sekali, apa yang dijanjikan kepada kamu.

 

37. Tiada hidup, kecuali hidup kami di dunia ini, kami mati dan kami hidup, dan kami tak akan dibangkitkan.

 

38. Ia hanyalah seorang pria yang membuat-buat kebohongan terhadap Allah, dan kami tak akan beriman kepadanya.

 

39. Ia (Rasul) berkata: Tuhanku, tolonglah aku karena mereka mendustakan aku.

 

40. Ia berfirman: Sebentar lagi pasti mereka menjadi orang yang menyesal.

 

41. Lalu siksaan menimpa mereka dengan benar, maka mereka Kami jadikan seperti sampah; maka sirnalah bagi kaum yang lalim.1721

 

42. Lalu sesudah mereka Kami bangkitkan generasi yang lain.

 

43. Tiada umat dapat mempercepat ajalnya, dan tak dapat pula menangguhkan itu.

 

44. Lalu Kami mengutus para Utusan Kami secara beruntun. Setiap kali seorang Utusan datang kepada suatu umat, mereka mendustakan dia, maka sebagian mereka Kami buat mengikuti sebagian yang lain, dan Kami membuat mereka riwayat. Maka sirnalah bagi mereka yang tak beriman.1722

 

45. Lalu Kami mengutus Musa dan saudaranya, Harun, dengan tanda bukti dari Kami dan kekuasaan yang terang.

 

46. Kepada Fir’aun dan para pemukanya, mereka sombong, dan mereka kaum yang besar kepala.

 

47. Mereka berkata: Apakah kami (harus) beriman kepada dua manusia seperti kami, padahal kaum (dua manusia) ini mengabdi kepada kami.

 

48. Maka mereka mendustakan (dua Utusan) itu dan jadilah mereka golongan orang yang dibinasakan.

 

49. Dan sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab kepada Musa, agar mereka berjalan di jalan yang benar.

 

50. Dan Kami menjadikan putra Maryam dan ibunya sebagai tanda bukti, dan Kami mengungsikan keduanya ke Tanah Tinggi yang mempunyai padang rumput dan mata air.1723

Ruku’ 4: Nilai hidup yang tinggi

 

51. Wahai Utusan, makanlah barang-barang yang baik dan berbuatlah kebaikan. Sesungguhnya Aku adalah Yang Maha-tahu apa yang kamu lakukan.

 

52. Dan sesungguhnya umat kamu ini adalah umat satu, dan Aku adalah Tuhan kamu, maka bertaqwalah kepada-Ku.

 

53. Tetapi mereka berpecah-belah menjadi beberapa golongan; tiap-tiap golongan merasa puas dengan apa yang ada pada mereka.

 

54. Maka biarkanlah mereka dalam kebodohan mereka sampai beberapa waktu.

 

55. Apakah mereka mengira bahwa dengan bantuan Kami kepada mereka berupa harta dan anak.

 

56. Kami akan mempercepat datangnya kebaikan kepada mereka? Tidak, malahan mereka tak merasa.

 

57. Sesungguhnya orang-orang yang merasa gentar karena takut kepada Tuhan mereka,

 

58. Dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Tuhan mereka,

 

59. Dan orang-orang yang tak musyrik kepada Tuhan mereka,

 

60. Dan orang-orang yang memberikan apa yang mereka berikan sedangkan hati mereka penuh ketakutan bahwa mereka akan kembali kepada Tuhan mereka.

 

61. Mereka dengan terburu-buru pergi kepada kebaikan, dan mereka adalah orang yang paling depan dalam mencapai itu.

 

62. Dan tiada Kami membebani suatu jiwa melainkan menurut kemampuannya, dan di hadapan Kami adalah sebuah Kitab yang berkata dengan benar, dan mereka tak akan diperlakukan tak adil.

 

63. Tidak, malahan mereka dalam kebodohan tentang itu, dan di luar itu mereka mempunyai perbuatan-perbuatan lain yang mereka kerjakan.

 

64. Sampai tatkala Kami menimpakan siksaan kepada orang-orang yang menempuh kehidupan mewah, tiba-tiba mereka berteriak-teriak minta tolong.

 

65. Janganlah kamu berteriak-teriak minta tolong pada hari ini. Sesungguhnya kamu tak akan ditolong oleh Kami.

 

66. Sesungguhnya telah dibacakan kepada kamu ayat-ayat-Ku, tetapi kamu telah berbalik atas tumit kamu.

 

67. Dengan sombong, menghabiskan waktu malam dengan percakapan kosong tentang itu.

 

68. Apakah mereka tak merenungkan Firman? Ataukah telah datang kepada mereka sesuatu yang belum pernah datang kepada ayah-ayah mereka dahulu?

 

69. Atau apakah mereka tak tahu akan Rasul mereka, sehingga mereka mendustakan dia?

 

70. Atau apakah mereka berkata: Ia gila. Tidak, malahan ia datang kepada mereka dengan Kebenaran, dan kebanyakan mereka membenci Kebenaran.

 

71. Dan sekiranya Kebenaran mengikuti keinginan rendah mereka, niscaya langit dan bumi dan apa apa saja yang ada di dalamnya akan hancur. Tidak, malahan Kami datangkan kepada mereka juru ingat mereka, tetapi mereka berpaling dari juru ingat mereka.

 

72. Atau apakah engkau minta upah kepada mereka? Tetapi ganjaran Tuhan dikau adalah paling baik, dan Ia adalah sebaik-baik Yang memberi rezeki.

 

73. Dan sesungguhnya engkau menyeru kepada mereka menuju jalan yang benar.

 

74. Dan sesungguhnya orang-orang yang tak beriman kepada Akhirat adalah menyimpang dari jalan.

 

75. Dan sekiranya Kami berikan rahmat kepada mereka, dan Kami singkirkan kesusahan yang ada pada mereka, niscaya mereka akan tetap dalam keterlaluan mereka, membabi buta kebingungan.

 

76. Dan sesungguhnya telah Kami timpakan siksaan kepada mereka, tetapi mereka tak tunduk kepada Tuhan mereka, dan tak pula mereka berendah hati.1724

 

77. Sampai tatkala Kami bukakan untuk mereka pintunya siksaan yang dahsyat, tiba-tiba mereka merasa putus asa di dalamnya.1725

Ruku’ 5: Kaum musyrik terkutuk sendiri

 

78. Dan Dia ialah Yang membuat untuk kamu pendengaran, penglihatan, dan hati. Sedikit sekali kamu bersyukur.

 

79. Dan Dia ialah Yang membiakkan kamu di bumi, dan kepada-Nya kamu akan dihimpun.

 

80. Dan Dia ialah Yang memberi hidup dan menyebabkan mati, dan silih bergantinya malam dan siang adalah kepunyaan Dia. Apakah kamu tak mengerti?

 

81. Tidak, malahan mereka berkata seperti apa yang dikatakan oleh orang-orang zaman dahulu.

 

82. Mereka berkata: Apakah setelah kami mati dan kami menjadi tanah dan tulang, kami akan dibangkitkan?

 

83. Sesungguhnya ini telah dijanjikan kepada kami, demikian pula ayah-ayah kami dahulu. Ini tiada lain hanyalah dongengan orang-orang zaman dahulu.

 

84. Katakan: Kepunyaan siapakah bumi dan seisinya jika kamu tahu?

 

85. Mereka akan berkata: (Itu) kepunyaan Allah. Katakan: Apakah kamu tak ingat?

 

86. Katakan: Siapakah Tuhan langit tujuh dan Tuhan Singgasana yang agung?

 

87. Mereka akan berkata: (Itu) kepunyaan Allah. Katakan: Apakah kamu tak bertaqwa?

 

88. Katakan: Siapakah yang kerajaan segala sesuatu berada di tangan-Nya dan Ia melindungi, dan tak ada yang dilindungi melawan Dia, jika kamu tahu.

 

89. Mereka akan berkata: (Itu) kepunyaan Allah. Katakan: Bagaimana kamu tertipu?

 

90. Tidak, malahan kami memberi Kebenaran kepada mereka, dan sesungguhnya mereka dusta.

 

91. Allah tak memungut putra, dan tak ada tuhan (lain) menyertai Dia — yang jika demikian, niscaya tiap-tiap tuhan akan membawa pergi apa yang ia ciptakan, dan sebagian mereka akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha-suci Allah di atas apa yang mereka gambarkan.

 

92. Yang Maha-tahu akan barang yang tak kelihatan dan yang kelihatan; Maha-luhur Dia di atas apa yang mereka sekutukan.

Ruku’ 6: Penyesalan orang jahat

 

93. Katakanlah: Tuhanku, jika Engkau perlihatkan kepadaku apa yang dijanjikan kepada mereka.

 

94. Tuhanku, janganlah membuat aku golongan kaum yang lalim.

 

95. Sesungguhnya Kami kuasa memperlihatkan kepada engkau apa yang Kami janjikan kepada mereka.1726

 

96. Tolaklah keburukan dengan apa yang paling baik.1727 Kami tahu benar apa yang mereka gambarkan.

 

97. Dan berkatalah: Tuhanku, aku mohon perlindungan Dikau dari bisikan jahat setan.1728

 

98. Dan aku mohon perlindungan Dikau, Tuhanku, agar mereka tak datang kepadaku.

 

99. Sampai tatkala kematian mendatangi salah seorang di antara mereka,1729 ia berkata: Tuhanku, kembalikanlah aku,1730

 

100. Agar aku dapat berbuat kebaikan dalam hal yang aku lalaikan. Tak mungkin! Sesungguhnya itu hanyalah kata-kata yang ia ucapkan. Dan di hadapan mereka adalah aling-aling, sampai hari mereka dibangkitkan.1731

 

101. Maka tatkala terompet ditiup, pada hari itu tak ada pertalian keluarga di antara mereka, dan tak ada pula tanya jawab.

 

102. Lalu barangsiapa perbuatan baiknya berat, mereka adalah orang yang beruntung.1732

 

103. Dan barangsiapa perbuatan baiknya ringan, mereka adalah orang yang rugi jiwanya, menetap di Neraka.

 

104. Api akan menghanguskan wajahnya, dan di sana mereka akan menderita dengan sangat.

 

105. Apakah ayat-ayat-Ku tak pernah dibacakan kepada kamu, sehingga kamu mendustakan itu?

 

106. Mereka berkata: Tuhan kami, kemalangan telah mengalahkan kami, dan kami adalah kaum yang sesat.

 

107. Tuhan kami, keluarkanlah kami dari (Neraka) itu, dan jika kami kembali (kepada kejahatan), maka sesungguhnya kami adalah lalim.

 

108. Ia berfirman: Pergilah ke (Neraka) sana, dan janganlah berbicara dengan Aku.

 

109. Sesungguhnya ada segolongan hamba-Ku yang berkata: Tuhan kami, kami beriman, maka ampunilah kami, dan sayangilah kami, dan Engkau adalah sebaik-baik Yang Maha-penyayang.1733

 

110. Tetapi kamu memperolok-olokkan mereka, sampai mereka membuat kamu lupa mengingat-Ku, dan kamu menertawakan mereka.1734

 

111. Sesungguhnya pada hari ini Aku mengganjar mereka karena kesabaran mereka, bahwa mereka adalah orang yang berhasil.

 

112. Ia berfirman: Berapa tahun kamu tinggal di bumi?

 

113. Mereka berkata: Kami bertinggal sehari atau sebagian hari, tetapi tanyakanlah kepada orang yang menghitung.

 

114. Ia berfirman: Kamu hanya bertinggal sebentar, jika kamu tahu.

 

115. Apakah kamu mengira bahwa Kami menciptakan kamu untuk main-main, dan bahwa kamu tak akan dikembalikan kepada Kami?1735

 

116. Maka Maha-luhur Allah Raja Yang Benar! Tak ada Tuhan selain Dia, Tuhan Singgasana Yang Agung.

 

117. Dan barangsiapa menyeru kepada tuhan lain selain Allah, yang ia tak mempunyai tanda bukti tentang dia, maka perhitungannya ada pada Tuhannya. Sesungguhnya kaum kafir tak akan beruntung.

 

118. Dan katakanlah: Tuhanku, ampunilah dan sayangilah, dan Engkau adalah sebaik-baik Yang Maha-penyayang.

  1. Dua Surat sebelumnya diawali dengan peringatan tentang semakin dekatnya keputusan Tuhan. Surat ini, sebagai kelanjutan yang tepat, diawali dengan penyataan tentang keberuntungan kaum mukmin; mengingat adanya kemungkinan bahwa orang-orang durhaka akan merasakan siksaan, tanpa mengakibatkan kebaikan kepada orang mukmin. Untuk menghilangkan keraguan semacam itu, di sini diuraikan bahwa di dunia pun kaum mukmin akan sukses. []
  2. Kata fâ’ilûn maknanya orang yang melakukan perbuatan (berasal dari kata fa’ala maknanya berbuat). Kata liz-zakâti artinya demi kesucian atau untuk mencapai kesucian. Kata zakâh makna aslinya kesucian, seperti dalam 19:13. Adapun zakâh dalam arti “zakat”, dalam Qur’an selalu dikatakan yu’tûnaz-zakâta atau membayar zakat. Oleh karena itu, kata liz-zakâti fâ’ilûn di sini berarti mereka melakukan perbuatan demi kesucian atau untuk mencapai kesucian. []
  3. Kata furûj jamaknya kata farj, artinya bagian tubuh yang tak pantas dibuka (LL), teristimewa kemaluan. Kata hifdzul-farji biasanya diartikan pengendalian hawa nafsu atau mengekang syahwat. []
  4. Kata-kata aumâ malakat aimânuhum yang makna aslinya kami cantumkan dalam terjemahan di atas, biasanya diartikan budak belian. Hendaklah diingat bahwa Surat ini adalah Surat Makkiyah, sedang syarat-syarat diperbolehkannya budak wanita untuk dinikah baru diwahyukan belakangan di Madinah. Lihatlah tafsir nomor 561. Jika yang dituju di sini ialah hubungan seks, maka izin hubungan seks dengan apa yang dimiliki oleh tangan kanan mereka, haruslah tunduk kepada persyaratan yang diuraikan dalam 4:25. Boleh kiranya ditambahkan di sini bahwa budak wanita, jika diambil sebagai istri, tidaklah mempunyai kedudukan penuh sebagai istri merdeka; oleh sebab itu mereka disebutkan tersendiri. Tetapi dapatlah kiranya ditambahkan pula bahwa kata-kata hifdzul-farji itu secara luas dapat diartikan menutup bagian tubuh yang tak pantas dibuka, dan dalam keadaan ini hendaklah diingat bahwa peraturan Islam tentang sopan santun, membuka bagian tubuh semacam itu, seperti yang dilakukan sewaktu pesta dansa dan dalam pentas, ini tak dibolehkan, bagi wanita, hanya di depan suami dan pembantu wanita sajalah hal itu diperbolehkan, demikian pula bagi laki-laki hanya diperbolehkan membuka aurat di depan istri dan pembantu laki-laki saja. []
  5. Di sini terciptanya manusia ditelusuri sampai kembali kepada tanah, karena benih manusia yang ada dalam sperma adalah dari sari makanan yang diambil atau berasal dari tanah yang sudah berbentuk apa saja. Hendaklah diingat, bahwa sepuluh ayat pertama membicarakan pertumbuhan ruhani manusia, sedang di sini dibicarakan pertumbuhan jasmani manusia, dengan demikian kami dapat mengambil perbandingan tentang pertumbuhan jasmani dan pertumbuhan rohani. Walaupun di sini digunakan fi’il madli (past tense), namun yang dibicarakan di sini ialah undang-undang umum tentang terciptanya manusia. Tambahan kalimat: lalu Kami menumbuhkan itu menjadi ciptaan yang lain (ayat 14), adalah untuk menunjukkan bahwa terciptanya manusia belumlah selesai setelah sempurnanya pertumbuhan bermacam-macam tingkatan jasmani, seperti halnya binatang, melainkan terciptanya manusia baru selesai setelah dianugerahi daya-daya yang lain, yakni berupa pertumbuhan akhlak dan rohani. []
  6. Tingkatan pertumbuhan bayi seperti yang diuraikan di sini, yang tak diketahui sebelum ayat ini diturunkan, adalah cocok dengan penyelidikan ilmu pengetahuan. Hendaklah diingat, bahwa kata fa artinya lalu seperti yang digunakan dalam kalimat fa kasaunal-‘izhâma, artinya lalu Kami membungkus tulang …. Ini tidaklah selalu berarti urutan. Hal ini diketahui dengan terang dari konteksnya yang menerangkan bahwa mula-mula adalah daging, dan inti dari tulang-tulang itu tumbuh dalam daging itu. []
  7. Di sini tak disebut tujuh langit tetapi tujuh jalan yang tak sangsi lagi bahwa itu menunjukkan orbit dari planet-planet anggota tata-surya selain bumi, sebagaimana ditunjukkan oleh kalimat fauqakum artinya di atas kamu. []
  8. Kata-kata pohon yang tumbuh dari Gunung Sinai yang menghasilkan minyak, ini agaknya mengisyaratkan minyak zaitun yang diberkahi yang disebut dalam 24:35 sebagai gambaran dari umat Islam; lihatlah tafsir nomor 1757.
    1719a Lihatlah tafsir nomor 1178, 1179 dan 1180. []
  9. Para Nabi ditolak karena dalam memenuhi tuntutan kodrat, mereka tunduk kepada hukum alam, sama seperti manusia lainnya. Tak ada yang dapat dijadikan contoh bagi manusia, jika ia sendiri bukan dari golongan manusia yang tak tunduk kepada hukum alam yang sama seperti manusia yang lain, karena hanya manusia sajalah yang dapat memimpin manusia lain, bagaimana caranya agar ia tak jatuh sebagai korban kelemahan kodratnya. Oleh karena itu, penjelmaan Tuhan, atau Tuhan bertubuh manusia, tak mungkin dijadikan contoh bagi manusia. Kita membutuhkan contoh manusia biasa yang dapat mengarahkan kepada kita bagaimana menyingkiri lubang perangkap, yang kita sebagai manusia biasa, dikelilingi olehnya. Jika Tuhan sendiri yang datang ke bumi ini, Ia tak dapat memenuhi tujuan itu. []
  10. Oleh karena dalam ayat ini tercantum kata shaihah, maka kebanyakan mufassir mengira bahwa ayat 33-41 dari ruku’ ini ditujukan kepada Nabi Hud atau Nabi Shalih. Tetapi hendaklah diperhatikan bahwa arti kata shaihah ialah hukuman (LL), baik hukuman itu berupa gempa bumi atau berupa apa saja. Dalam urutan secara kronologis bagi para Nabi yang diuraikan dalam Surat 7, maka yang timbul sesudah Nabi Nuh, ialah Nabi Hud, yang kaumnya, yaitu kaum ‘Ad, dibinasakan oleh badai padang pasir. []
  11. Yang dimaksud membuat riwayat ialah, setelah mereka dibinasakan, satu-satunya yang masih tinggal dalam ingatan ialah, riwayat tentang nasib buruk yang mereka alami. []
  12. Rabwah atau tanah tinggi yang diuraikan di sini menimbulkan banyak pembicaraan di kalangan para mufassir. Kata rabwah artinya tanah tinggi, dan kata qarâr artinya tanah yang mengandung air di padang rumput (LL). Sebagian mufassir mengira bahwa tanah itu ialah Yerusalem, Mesir, Palestina atau Damsik. Tetapi semuanya tak sesuai dengan gambaran tanah yang diuraikan dalam ayat ini. Adapun yang cocok dengan gambaran ayat ini ialah Lembah Kashmir. Sebagian dari sepuluh suku Israil yang hilang, juga terdapat di Kashmir, dimana sejumlah kota besar dan desa, memakai nama kota dan desa seperti di Palestina. Makam yang hingga sekarang ada di jalan Khanyar, di kota Kashmir, yang terkenal dengan makam Nabi, atau makam ‘Isa, atau Yuz Asaf, menambah kuatnya teori ini. Kenyataan bahwa Surat ini membahas kemenangan para Nabi dan para pengikutnya yang diselamatkan dari tangan musuh, ini memberi petunjuk kepada kita tentang rahasia lenyapnya Yesus Kristus setelah peristiwa penyaliban, karena sebagaimana diuraikan dalam tafsir nomor 645, Nabi ‘Isa tidak wafat pada Kayu Palang. Menurut sabda Nabi Suci, usia Nabi ‘Isa dikatakan mencapai 120 tahun (IK. Jilid II, hlm. 246). Ayat ini menerangkan bahwa setelah Nabi ‘Isa diselamatkan dari tangan para musuh, beliau diberi perlindungan di suatu tempat. Adapun gambaran tempat yang diuraikan dalam Surat ini, bersamaan dengan kenyataan bahwa di Kashmir (India) terdapat suatu makam, yang dikuatkan dengan tanda bukti bahwa makam itu adalah makam Nabi ‘Isa, ini memberikan kesimpulan kepada kita bahwa yang dimaksud rabwah atau tanah tinggi di sini adalah di Kashmir. Adapun tentang makam, bukti berikut ini menunjukkan bahwa orang suci yang dimakamkan di sana tiada lain ialah Nabi ‘Isa: (a) Bukti yang didasarkan atas cerita turun-temurun dari orang-orang Kashmir, menerangkan bahwa Makam itu adalah makamnya orang yang namanya Yuz Asaf, yang dikenal sebagai Nabi, dan yang datang ke Kashmir dari negeri Barat kurang-lebih 2000 tahun yang silam. (b) Tarikh A’zami, kitab tarikh yang ditulis 2000 tahun yang lalu, menulis pada halaman 82 tentang Makam ini: “Pada umumnya Makam ini dikenal sebagai Makam seorang Nabi, ia adalah seorang pangeran yang datang ke Kashmir dari luar negeri…. Adapun namanya ialah Yuz Asaf”. (c) Dalam Ikmalud-Dîn, kitab berbahasa Arab yang sudah berumur 1000 tahun menerangkan bahwa Yuz Asaf telah berkeliling ke beberapa negeri. (d) Berdasarkan riwayat Yuz Asaf yang sudah kuno sekali, Yoseph Yacobs menerangkan, bahwa ia (Yoasaph) akhirnya tiba di Kashmir, dan ia meninggal di sana (Barlaam and Yosaphat, hlm. CV).
    Bukti-bukti itu menunjukkan bahwa Makam di Khanyar, Srinagar, Kashmir, adalah makamnya Yuz Asaf. Tetapi siapakah Yuz Asaf itu? Baik dalam cerita turun-temurun maupun dalam sejarah, beliau disebut Nabi. Ini menentukan kapan beliau hidup, karena semua kaum Muslimin sependapat bahwa sesudah Nabi Muhammad tak ada lagi Nabi yang diutus. Lagipula terdapat persamaan yang mencolok antara nama Yuz dan Yasu’. Yasu’ adalah nama Nabi ‘Isa menurut ejaan Yahudi. Ada pula persamaan yang mencolok antara ajaran Yuz Asaf dan ajaran Nabi ‘Isa. Misalnya, tamsil tentang orang yang menyebar biji, tersebut dalam Matius 13:3, Markus 4:3 dan Lukas 8:5, ini tercantum pula dalam “Barlaam dan Yosaphat” (hlm. CXI). Peristiwa lain yang mencolok ialah, Yuz Asaf menamakan ajarannya Busyrâ (yang kata Arab ini sama artinya dengan Injil), sebagaimana ditunjukkan dalam kitab Ikmalud-Dîn: “Lalu ia memperbandingkan pohon dengan Busyra, yang ia ajarkan kepada orang-orang”. Semua peristiwa itu memberikan kepada kita suatu kesimpulan bahwa setelah Nabi ‘Isa mengalami penyaliban, beliau pergi ke Kashmir, dan beliau hidup dan mengajarkan Injil di sana, kemudian wafat dan dimakamkan di sana. []
  13. Siksaan yang disebutkan dalam ayat ini, dan disingkirkannya kesusahan yang disebutkan dalam ayat berikutnya, boleh jadi bertalian dengan kelaparan yang menimpa orang-orang Makkah. []
  14. Mereka tak menerima siksaan yang ringan sebagai peringatan, maka dari itu mereka dijatuhi siksaan yang lebih berat berupa pertempuran, yang akhirnya mendatangkan kekalahan bagi mereka. Tetapi ayat ini mengandung pula ramalan mengenai zaman akhir. []
  15. Janji yang diberikan kepada Nabi Suci dalam ayat ini ialah bahwa kekuatan musuh akan dipatahkan selagi beliau masih hidup. []
  16. Perbuatan baik yang dilakukan untuk membalas perbuatan jahat adalah ajaran umum para Nabi. Tetapi di manapun tak ada ajaran yang bentuknya begitu indah dan praktis seperti yang terdapat dalam Qur’an. Membalas keburukan dengan kebaikan hanyalah mungkin dalam keadaan tertentu saja, dan ajaran Injil: “bahwa janganlah engkau melawan keburukan”, tak pernah dipraktekkan. Tetapi Qur’an menyatakan “tolaklah keburukan dengan apa yang paling baik”. Aturan yang harus digunakan dalam menolak keburukan ialah, keburukan itu harus ditolak dengan apa yang paling baik. Jika anda dapat menolak keburukan dengan perbuatan baik, maka itulah jalan yang terpuji. Tetapi jika keburukan itu harus dijatuhi hukuman, maka itulah jalan yang sebaik-baiknya. Hanya inilah ajaran yang dapat dikerjakan. []
  17. Bisikan jahat setan itu sebenarnya bisikan orang-orang jahat yang merintangi kemajuan Islam; dan di sini nabi Suci diberitahu supaya memandang Allah sebagai satu-satunya Yang memberi Pertolongan. Memohon perlindungan Allah ialah kebaikan yang paling tinggi. Tiada tempat yang orang dapat memperoleh perlindungan yang lebih baik daripada perlindungan Allah. Sumber segala kekuatan; dan tak ada orang yang dapat mencapai kehormatan yang lebih tinggi daripada mendapat perlindungan Tuhan. Nabi Suci diperintahkan supaya mengucapkan kata-kata itu, yang itu sebenarnya menggambarkan cita-cita luhur jiwa beliau, yakni keinginan beliau yang amat mendalam, yang berwujud menjadi pedoman petunjuk bagi hidup beliau. Jiwa beliau bersemayam dalam derajat tinggi yang aman dari segala bisikan jahat, yang menurut istilah agama disebut perlindungan Allah. []
  18. Ayat ini menjelaskan seterang-terangnya bahwa setan yang disebutkan dalam dua ayat sebelumnya, itu tiada lain hanyalah para musuh Nabi Suci yang jahat. []
  19. Kata aslinya adalah irji’ûni adalah bentuk jamak, sedang seharusnya berbentuk mufrad, yakni irji’, karena ini ditujukan kepada Tuhan Yang Maha-esa. Tetapi dalam bahasa Arab, bentuk jamak itu kadang-kadang digunakan untuk menunjukkan kata kerja bentuk mufrad; jadi kata irji’ûni di sini sama dengan kata irji’ni yang diulang (Bd). Atau, bentuk jamak itu digunakan karena menghormat kepada Tuhan. []
  20. Orang yang sudah mati tak akan hidup kembali ke dunia, adalah prinsip yang dikuatkan lagi di sini. Lihatlah tafsir nomor 1659. Menurut Qur’an, manusia akan mengalami tiga macam hidup, yaitu (1) hidup di alam dunia, (2) hidup di alam barzakh, dan (3) hidup di alam akhirat, yaitu perwujudan dari segala kenyataan rohani yang akan terjadi pada Hari Kiamat. Alam barzakh adalah alam antara, dimana roh manusia tetap hidup sampai Hari Kiamat. Dalam ayat ini diterangkan bahwa orang yang sudah memasuki alam barzakh tak akan dikembalikan lagi ke alam dunia. Lihatlah tafsir nomor 2165. []
  21. Kata mawâzîn adalah jamaknya kata mîzân, artinya neraca; dan pula jamaknya kata mauzûn, artinya barang yang ditimbang. Dua-duanya mengandung arti yang sama, yakni timbangan perbuatan baik. []
  22. []
  23. Sebenarnya bukan kaum Muslimin yang membuat mereka lupa ingat kepada Tuhan, melainkan karena mereka mentertawakan kaum mukmin, maka kaum kafir lupa kepada Tuhan. Oleh sebab itu di sini difirmankan, seakan-akan kaum mukminlah yang menyebabkan kaum kafir lupa kepada Tuhan. []
  24. Ayat ini menetapkan ajaran tentang tanggung jawab manusia terhadap perbuatan yang ia lakukan. Manusia bukan diciptakan untuk main-main, melainkan ia akan dikembalikan kepada Tuhannya untuk menerima buah perbuatan yang ia lakukan di dunia.[] []

About admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *