Breaking News
Home / Mukaddimah / Al Quran dan Kitab Lain

Al Quran dan Kitab Lain

Hubungan Qur’an dengan Kitab Suci Sebelumnya

Al Quran dan Kitab Lain, Kitab Suci yang sudah-sudah diakui

Al Quran dan Kitab Lain. Qur’an bukan saja menyuruh kita supaya mengimankan kebenaran Qur’an itu sendiri, melainkan pula kebenaran Kitab Suci yang sudah-sudah, yang diturunkan kepada para Nabi dari segala bangsa di dunia. Ini diuraikan dengan jelas dalam ayat permulaan sebagai berikut:

“Orang-orang yang beriman kepada apa yang diturunkan kepada engkau dan apa yang diturunkan sebelum engkau.” (2:4)

 

Qur’an mengakui seterang-terangnya diturunkannya wahyu di seluruh dunia. Qur’an berfirman:

“Tak ada umat, melainkan seorang juru ingat telah berlalu di antara mereka.” (35:24)

“Tiap-tiap umat mempunyai seorang Utusan.” (10:47)

 

Hendaklah orang jangan salah mengerti mengapa dalam Qur’an hanya disebutkan beberapa Nabi saja. Qur’an berfirman:

“Sesungguhnya telah Kami utus para Utusan sebelum engkau — di antara mereka ada yang kami kisahkan kepada engkau, dan ada pula yang tak Kami kisahkan kepada engkau.” (40:78; 4:164)

 

Jadi, Qur’an mengakui kebenaran semua Kitab Suci di dunia; oleh sebab itu, Qur’an berulang-ulang disebut Kitab yang membenarkan Kitab Suci yang sudah-sudah. Maka dari itu hubungan Qur’an dengan Kitab Suci yang sudah-sudah itu didasarkan atas kenyataan, bahwa semua Kitab Suci adalah satu rumpun, semuanya berasal dari Allah.

Qur’an sebagai penjaga Kitab Suci yang sudah-sudah

Di antara sekalian Kitab Suci, Qur’an mempunyai kedudukan istimewa sebagai Kitab yang membetulkan semua Kitab Suci di dunia. Hubungan Qur’an dengan Kitab Suci yang sudah-sudah diuraikan dengan terang oleh Qur’an sendiri sebagai berikut:

“Kami menurunkan kepada engkau Kitab dengan Kebenaran, yang membetulkan Kitab yang ada sebelumnya, dan yang menjaganya.” (5:48)

 

Jadi, Qur’an bukan saja yang membetulkan Kitab Suci yang sudah-sudah, melainkan pula yang menjaganya. Dengan perkataan lain, Qur’an menjaga ajaran-ajaran asli dari para Nabi, karena sebagaimana diterangkan di tempat lain dalam Qur’an, ajaran-ajaran itu telah mengalami kerusakan; hanya wahyu Allah sajalah yang dapat memisahkan, mana ajaran Allah yang masih murni dan mana ajaran Allah yang sudah rusak, yang banyak terdapat dalam suatu Kitab. Inilah pekerjaan yang dilakukan oleh Qur’an. Oleh sebab itu, Qur’an disebut sebagai Penjaga Kitab Suci yang sudah-sudah. Di antara sekalian Kitab Suci, Qur’an sengaja memilih Kitab Injil, sekedar untuk menunjukkan bagaimana ajaran-ajaran yang salah itu hampir-hampir menindas seluruh Kebenaran yang diajarkan oleh Utusan Allah. Selain itu, dipilihnya Kitab Injil adalah sebagai contoh, bagaimana mungkin Kitab Suci yang sudah-sudah terhindar dari perubahan teks, sedangkan Kitab Suci Nabi ‘Isa yang baru-baru saja diturunkan, tak dapat diserahkan kepada anak cucu dengan murni dan utuh.

Qur’an sebagai hakim untuk mengadili pertikaian

Selanjutnya Qur’an mendakwahkan bahwa kedatangannya adalah untuk mengadili pertikaian di antara agama-agama di dunia. Qur’an berfirman:

“Demi Allah! Sesungguhnya Kami telah mengutus para Utusan kepada umat-umat sebelum engkau … Dan tiada Kami menurunkan Kitab kepada engkau selain agar engkau dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka berselisih tentang itu.” (16:63-64)

 

Sebagaimana kami terangkan di muka, Qur’an mendakwahkan bahwa kepada tiap-tiap umat telah diutus seorang Nabi; oleh karena itu, tiap-tiap umat telah menerima Pimpinan Allah; namun umat itu berselisih satu sama lain, bahkan berselisih tentang sendi pokok agama. Oleh karena itu, hakikat kedudukan Qur’an adalah sebagai hakim yang mengadili perselisihan di antara berbagai agama.

Qur’an menjelaskan semua yang samar-samar

Masalah penting yang harus diingat sehubungan dengan hubungan Qur’an dengan Kitab Suci yang sudah-sudah ialah bahwa Qur’an membuat terang segala yang samar-samar dalam Kitab Suci yang sudah-sudah, dan menguraikan secara gamblang apa yang diuraikan secara singkat oleh Kitab Suci itu. Menurut Qur’an, Wahyu itu bukan saja universal, melainkan pula progresif; dan Wahyu mencapai kesempurnaannya pada Qur’an Suci. Wahyu diberikan kepada tiap-tiap umat menurut kebutuhan, dan pada tiap-tiap abad, Wahyu itu diberikan menurut kemampuan umat yang hidup dalam abad itu. Sebagaimana otak manusia berkembang secara berangsur-angsur, demikian pula Wahyu, ini pun memberi penerangan secara berangsur-angsur, tentang hal yang berhubungan dengan barang gaib, tentang adanya Allah, sifat-sifat Allah, Wahyu Allah, tentang pembalasan perbuatan baik dan buruk, tentang hidup di Akhirat, dan tentang Sorga dan Neraka. Itulah sebabnya mengapa Qur’an berulang-ulang disebut “Kitab yang membuat terang”. Qur’an benar-benar membuat terang semua ajaran agama yang penting-penting, dan membuat terang hal-hal yang hingga kini masih samar-samar.

Pengejawantahan yang sempurna dari kehendak Ilahi

Selanjutnya, sebagai natijah dari apa yang kami uraikan di atas, Qur’an mendakwahkan diri sebagai pengejawantahan yang sempurna dari Kehendak Ilahi. Qur’an berfirman:

“Pada hari ini Aku sempurnakan bagi kamu agama kamu dan Aku lengkapkan nikmat-Ku kepada kamu dan Aku pilihkan Islam sebagai agama kamu.” (5:3)

 

Oleh karena itu, berakhirnya wahyu dari Qur’an, itu didasarkan atas kesempurnaannya. Kitab-kitab Suci akan selalu diturunkan selama masih diperlukan, tetapi setelah cahaya yang menyinari segala persoalan yang esensial dipancarkan dengan sempurna dalam Qur’an Suci, maka tak diperlukan lagi datangnya Nabi baru sesudah Nabi Muhammad saw. Enam ratus tahun sebelum Nabi Muhammad, Nabi ‘Isa sebagai Nabi nasional yang terakhir — Nabi Muhammad bukan Nabi nasional melainkan Nabi internasional — berkata dengan kata-kata yang terang bahwa beliau tak dapat memimpin dunia ke arah Kebenaran yang sempurna, karena dunia pada waktu itu tidak dalam kondisi yang tepat untuk menerima kebenaran yang sempurna:

“Banyak lagi perkara yang Aku hendak katakan kepadamu, tetapi sekarang ini tiada dapat kamu menanggung dia. Akan tetapi apabila ia sudah datang, yaitu Roh Kebenaran, maka ia pun akan membawa kamu kepada segala kebenaran.” (Yahya 16:12-13)

 

Oleh sebab itu, di antara sekalian Kitab Suci di dunia, Qur’an menempati kedudukan yang tak ada bandingannya sebagai pengejawantahan yang sempurna dari Kehendak Ilahi.

Riwayat yang sebenarnya

Pendapat yang mengatakan bahwa Qur’an mengutip sebagian ajaran Kitab Suci yang sudah-sudah, teristimewa dari Kitab Taurat dan Injil, ini harus diuji menurut kenyataan yang sebenarnya. Memang benar bahwa Qur’an meriwayatkan sejarah sebagian Nabi yang sejarahnya diriwayatkan dalam Bibel, tetapi keliru sekali jika dikatakan bahwa Qur’an mengutip sejarah itu dari Kitab Bibel. Pelajarilah misalnya ajaran-ajaran esensial yang dibahas dalam Qur’an. Baik Kitab Perjanjian Lama, Perjanjian Baru, ataupun Kitab Suci lain, tak ada satu pun yang dapat menandingi keluhuran dan kemuliaan ajaran seperti yang terdapat dalam Qur’an. Pelajarilah selanjutnya sejarah para Nabi yang diriwayatkan dalam Kitab Bibel dan bandingkanlah dengan sejarah para Nabi yang diriwayatkan dalam Qur’an, Saudara akan menemukan bahwa sejarah para Nabi yang diriwayatkan dalam Qur’an, membetulkan kesalahan sejarah para Nabi yang diriwayatkan dalam Bibel, sebagaimana Qur’an juga berbuat demikian dalam hal doktrin keagamaan. Bibel berkata bahwa kebanyakan Nabi Allah melakukan perbuatan dosa yang paling keji; Bibel berkata bahwa Nabi Ibrahim berkata dusta dan mengasingkan Siti Hajar dan anaknya; Bibel berkata bahwa Nabi Luth berbuat mesum dengan anak-anak perempuannya sendiri; Bibel berkata bahwa Nabi Harun membuat anak sapi untuk disembah dan memimpin Bangsa Israil untuk menyembah anak sapi; Bibel berkata bahwa Nabi Daud berzina dengan istri Uriah; Bibel berkata bahwa Nabi Sulaiman menyembah berhala; tetapi pernyataan Bibel tersebut tak ada satupun yang dibenarkan oleh Qur’an, bahkan dengan tegas Qur’an menolak pernyataan itu dan membersihkan para Nabi dari tuduhan palsu tersebut. Nabi ummi dari Tanah Arab telah menyapu bersih semua kekeliruan yang sangat menodai kesucian para nabi.

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Power by

Download Free AZ | Free Wordpress Themes